Menhan Sjafrie dan Jajaran Petinggi TNI Tinjau Langsung Latopslagab Baksensus 2026 di Pulau Gundul

kedatangan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rangkaian Latihan Operasi Gabungan Bantuan Kesehatan Sensus (Latopslagab Baksensus) 2026.
kedatangan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rangkaian Latihan Operasi Gabungan Bantuan Kesehatan Sensus (Latopslagab Baksensus) 2026.

PARINGIN – Komandan Komando Daerah Armada (Kodaeral) V, Laksamana Daerah (Laksda) TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam penyambutan kedatangan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rangkaian Latihan Operasi Gabungan Bantuan Kesehatan Sensus (Latopslagab Baksensus) 2026.

Momen strategis tersebut berlangsung pada Kamis (23/4) di atas geladak KRI RJW-992 yang bersandar di perairan Pulau Gundul.

Kunjungan kerja lapangan ini menjadi puncak pengamatan langsung terhadap kesiapan alutsista serta profesionalisme prajurit TNI yang tengah melaksanakan latihan gabungan terbesar pada kuartal kedua tahun ini.

Dalam peninjauan tersebut, Menhan Sjafrie didampingi langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi Tentara Nasional Indonesia.

Sebanyak lima unit helikopter diterbangkan secara bertahap (staggered flight) dari daratan menuju kapal perang KRI RJW-992 yang berfungsi sebagai Mother Ship atau Pusat Komando Latihan (Puskola).

Adapun daftar manifest pejabat tinggi negara yang turut serta dalam penerbangan dan peninjauan tersebut meliputi, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Selain pejabat TNI, rombongan juga diisi oleh pejabat eselon I Kementerian Pertahanan serta unsur pemerintah pusat dan daerah setempat.

Latopslagab Baksensus 2026 yang digelar di sekitar Pulau Gundul ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Latihan ini merupakan manifestasi komitmen TNI untuk mengintegrasikan tiga matra (Darat, Laut, Udara) dalam satu rantai komando yang responsif.

Laksda TNI Ali Triswanto melalui keterangan resmi usai mendampingi Kasal menyampaikan bahwa latihan ini bertujuan strategis untuk menguji dua aspek utama: kesiapsiagaan operasional dan sinergi antarinstansi.

Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan kita dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman. Tidak hanya ancaman militer konvensional, tetapi juga situasi darurat non-perang seperti bantuan kemanusiaan dan bencana. Kehadiran langsung Bapak Menhan dan Panglima menunjukkan tingginya atensi negara terhadap penguatan postur pertahanan laut nusantara.

BACA JUGA :  Peluncuran Perdana KRI Teluk Weda-526 Buatan Galangan Batam Indonesia

TNI Angkatan Laut selaku tuan rumah peninjauan memastikan seluruh rangkaian kegiatan, khususnya pergerakan pesawat udara menuju flight deck KRI RJW-992, menjunjung tinggi prosedur keselamatan penerbangan dan pelayaran (Safety of Flight and Sea).

TNI AL menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan pertahanan laut nasional melalui latihan terpadu yang realistis dan berkesinambungan.

Latopslagab Baksensus 2026 di Pulau Gundul diharapkan menjadi tolok ukur baru dalam interoperabilitas alutsista di lingkungan TNI.

(Gas/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *