JAKARTA – Hubungan historis Indonesia-Sudan memasuki babak baru. Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Pertemuan bilateral ini menjadi momentum strategis untuk memperkokoh fondasi kerja sama pertahanan yang telah lama terbangun di atas kedekatan nilai, sejarah, dan semangat saling menghormati.
Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk menerjemahkan hubungan persahabatan yang hangat menjadi aksi nyata yang saling menguntungkan.
Diskusi tertutup yang berlangsung penuh keakraban tersebut menghasilkan penjajakan serius pada tiga area kerja sama utama, Indonesia dan Sudan membuka peluang kolaborasi di sektor industri pertahanan.
Langkah ini dipandang strategis untuk mendorong kemandirian alutsista sekaligus memperluas jejaring diplomasi pertahanan Indonesia di kawasan Afrika.
Kedua pihak sepakat mendorong pembentukan landasan hukum yang solid sebagai payung kerja sama pertahanan jangka panjang. Kerangka formal ini akan menjadi pijakan bagi seluruh aktivitas bilateral ke depan.
Sebagai langkah awal yang konkret, akan dilakukan kunjungan peninjauan lapangan guna memperoleh gambaran situasi yang objektif dan menyeluruh. Hal ini mencerminkan pendekatan berbasis data yang diusung kedua negara.
“Pertemuan ini mencerminkan eratnya hubungan persahabatan Indonesia-Sudan yang dilandasi kedekatan nilai, sejarah, dan semangat saling menghormati,” demikian pernyataan resmi Biro Informasi dan Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Biro Infohan Setjen Kemhan).
Dalam kesempatan tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kembali menekankan peran vital Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai safety belt bangsa.
Soliditas angkatan bersenjata bukan hanya menjadi benteng kedaulatan negara, melainkan juga prasyarat esensial bagi keberlangsungan pembangunan nasional.
“TNI berperan sebagai safety belt bangsa yang menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan nasional,” tegas Menhan.
Perspektif ini memperkuat posisi tawar Indonesia dalam menjalin kemitraan pertahanan dengan negara sahabat, termasuk Sudan, dengan berlandaskan prinsip mutual respect (saling menghormati) dan mutual benefit (saling menguntungkan).
Pertemuan yang sarat makna ini menandai optimisme baru dalam hubungan Indonesia-Sudan. Ke depan, komunikasi tingkat tinggi diharapkan semakin intensif untuk menindaklanjuti peluang-peluang kerja sama yang telah dijajaki.
Dengan fondasi historis yang kokoh dan visi pertahanan yang selaras, Indonesia dan Sudan bergerak maju sebagai mitra strategis yang siap menghadapi tantangan keamanan global.
(GRD/pen)













