Kita atau Musuh yang Hancur, Gelar Pasukan TNI AL di Surabaya Tegaskan Kesiapan Tempur di Laut Nusantara

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

SURABAYA – Jajaran TNI Angkatan Laut menggelar Apel Gelar Pasukan Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) Tahun Anggaran 2026 dengan penuh ketegasan dan semangat juang tinggi di Surabaya, Senin (20/4/2026).

Di bawah komando Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, ribuan prajurit Jalasena menunjukkan sikap siaga sebagai bentuk komitmen mutlak menjaga stabilitas dan kedaulatan nasional di tengah samudra.

Mewakili jajaran pimpinan wilayah, Komandan Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., diwakili langsung oleh Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral V Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Suwandi, S.A.P., M.M., turut hadir memastikan kesiapan prajurit di garda depan pertahanan laut.

Laut Adalah Rumah, Samudra Adalah Medan Laga

Membacakan amanat Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Pangkoarmada RI menyampaikan pesan fundamental yang menyentuh jiwa korsa setiap prajurit Jalasena. Ditegaskan bahwa laut bukan sekadar wilayah perairan, melainkan halaman rumah sekaligus ruang pengabdian yang hanya bisa dipahami sepenuhnya oleh prajurit laut.

“Tidak ada prajurit lain yang lebih memahami karakteristik dan dinamika lautan Nusantara selain kita, prajurit Jalasena. Oleh karena itu, Latopslagab ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan penegasan kepada negara bahwa kami siap menghadapi situasi pertempuran sesungguhnya,” tegas Laksdya Denih Hendrata.

Dalam arahan yang sarat akan ketegasan, Pangkoarmada RI menekankan pentingnya realisme dalam latihan. Para prajurit diminta untuk tidak setengah hati. Latihan ini harus dijalani seolah-olah mereka benar-benar sedang berhadapan dengan musuh di tengah gelombang tinggi.

Pesan paling tajam yang menggema di lapangan apel adalah pernyataan yang membakar semangat: “Tanamkan dalam pikiran bahwa dalam setiap operasi, hanya ada dua kemungkinan: kita atau musuh yang hancur. ”

BACA JUGA :  KRI Raden Eddy Martadinata 331 Berlayar ke Australia Ikuti Latma Kakadu 26

Kalimat tersebut disambut dengan sorak tegas dan sikap sempurna para prajurit yang siap bertempur. Ini adalah manifestasi dari doktrin Jalesveva Jayamahe (Justru di Lautan Kita Jaya) yang mengalir dalam darah setiap personel TNI AL.

Latopslagab ini diharapkan tidak hanya meningkatkan taktik dan strategi perang laut, tetapi juga membentuk karakter prajurit yang disiplin, terukur, dan berdedikasi tulus.

Apel gelar ini menjadi momentum penyegaran kembali sumpah prajurit bahwa kedaulatan dan keutuhan NKRI adalah harga mati yang harus dijaga dari segala ancaman, baik di atas permukaan maupun di bawah laut.

Dengan kesiapan total ini, TNI AL kembali membuktikan diri sebagai Garda Terdepan Maritim yang tak akan memberi ruang sedikit pun bagi pihak asing untuk mengusik kedamaian di lautan Nusantara.

(GRD/PEN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *