GURINDAM.ID – Upaya strategis Pemerintah Kabupaten Natuna dalam mengatasi disparitas harga dan kelangkaan pangan di wilayah kepulauan akhirnya membuahkan hasil signifikan. Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bersama Perum Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) mengumumkan rencana pembangunan tiga unit gudang penyangga pangan baru di wilayah kecamatan terluar.
Kebijakan ini menjadi solusi konkret atas permasalahan klasik yang selama ini dihadapi masyarakat Natuna, yakni panjangnya rantai distribusi akibat kondisi geografis yang terdiri dari pulau-pulau kecil. Keberadaan gudang baru ini diproyeksikan mampu menekan harga kebutuhan pokok serta menjamin ketersediaan stok pangan saat cuaca buruk melanda.
Memutus Mata Rantai Distribusi yang Panjang
Dalam keterangan pers yang digelar usai acara peluncuran penyaluran bantuan pangan serentak di Natuna, Rabu (15/4/2026), Bupati Cen Sui Lan menyatakan bahwa pembangunan gudang ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat pesisir dan perbatasan.
“Alhamdulillah, dengan niat baik usulan kita akhirnya tercapai. Untuk wilayah Kabupaten Natuna, di antaranya Pulau Laut, Pulau Serasan, dan Pulau Midai, dalam waktu dekat akan segera dibangun gudang Bulog,” ujar Cen Sui Lan, mantan Anggota DPR RI tersebut.
Menurutnya, selama ini masyarakat di pulau-pulau tersebut harus menanggung biaya logistik yang tinggi karena distribusi barang hanya mengandalkan pasokan dari Pulau Bunguran (ibu kota kabupaten) yang kerap terkendala ombak dan cuaca ekstrem. Dengan adanya gudang di wilayah setempat, rantai pasok otomatis terpangkas.
Sinergi Pemkab Natuna dan Bulog Pusat
Terkait skema pembangunan, Bupati Cen Sui Lan menjelaskan bahwa pendanaan sepenuhnya berasal dari anggaran Perum Bulog Pusat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Natuna mengambil peran vital dalam mendukung percepatan proses perizinan dan penyediaan lahan strategis.
“Pendanaan pembangunan bersumber dari Perum Bulog, sedangkan Pemkab Natuna berperan mendukung kelancaran proses, termasuk dalam penyediaan lahan,” tegasnya.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Riau dan Kepri, Dani Satrio. Ia mengonfirmasi bahwa proyek strategis ini dikendalikan langsung dari kantor pusat Bulog di Jakarta untuk memastikan standar fasilitas penyimpanan terpenuhi dengan baik.
“Jadi urusan pembangunan ini langsung dari pusat. Insyaallah pada bulan Agustus nanti proses administrasi sudah selesai, dan kemungkinan bulan September akan dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan,” jelas Dani Satrio.
Dani Satrio menambahkan, pembangunan gudang ini merupakan langkah mitigasi penting menghadapi ketidakpastian cuaca di Laut Natuna. Selama ini, keterlambatan distribusi beras dan komoditas pangan lain sering terjadi akibat gelombang tinggi yang melarang kapal berlayar.
“Dengan akan dibangunnya gudang Bulog di tiga wilayah ini, kita bisa meminimalisir potensi keterlambatan pendistribusian pangan kepada masyarakat. Stok akan selalu tersedia di pulau, tidak perlu menunggu kiriman dari luar saat cuaca buruk,” pungkas Dani Satrio.
Kehadiran gudang Bulog di Pulau Serasan, Pulau Laut, dan Pulau Midai juga dinilai strategis karena ketiga wilayah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Stok pangan yang kuat di perbatasan tidak hanya menjamin kesejahteraan warga lokal tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan nasional di garda terdepan NKRI.
(Grd)













