MAMUJU— TNI Angkatan Laut kembali menorehkan prestasi dalam pemberantasan peredaran narkotika. Personel Pos TNI AL (Posal) Polewali Mandar, Lanal Mamuju, berhasil menggagalkan transaksi narkoba dan mengamankan seorang pria berinisial R, warga Desa Bajoe, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Penangkapan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan berbagai barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana narkotika.
Danlanal Mamuju Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara dalam konferensi pers pada Kamis, 24 September 2026, mengungkapkan bahwa dari hasil pengamanan, petugas menemukan 13 paket serbuk putih yang diduga ketamin, sekitar 2.000 butir pil koplo, serta satu bungkus serbuk kuning dengan berat sekitar 1 kilogram yang diduga sabu jenis Yellow Fentanyl.
Selain narkotika dan obat-obatan terlarang, turut diamankan dua botol minuman keras jenis vodka merek Topee Rioja, uang tunai milik Rahmad sebesar Rp345.000, dompet milik Hasrul berisi uang Rp377.000, satu unit telepon genggam merek Vivo Y16 milik Hasrul, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam tanpa pelat nomor.
Berdasarkan estimasi konservatif dalam laporan awal, satu kilogram narkotika jenis sabu diperkirakan bernilai sekitar Rp1 miliar dengan potensi mencegah peredaran kepada sekitar 5.000 orang.
Sementara itu, nilai pil koplo dan ketamin belum dihitung karena masih memerlukan kepastian jenis, kandungan, dan berat bersih.
Pelaku beserta barang bukti saat ini diamankan di Lanal Mamuju sebelum diserahkan kepada Polres Polewali Mandar. TNI AL juga berkoordinasi dengan BNN Makassar untuk memastikan kandungan zat yang diamankan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Keberhasilan ini merupakan wujud pelaksanaan tugas TNI AL dalam mendukung upaya pemberantasan peredaran narkotika serta menjaga keamanan masyarakat.
Proses penanganan perkara selanjutnya dilaksanakan oleh instansi berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
(Grd/pen)












