51 Warga Meninggal Dunia Pascagempa NTT, TNI AL Kerahkan Personel dan Sarana Evakuasi

cepat tanggap bencana
cepat tanggap bencana

MAUMERE – TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL Lanal Maumere menunjukkan respons cepat tanggap bencana. Menanggapi gempa bumi bermagnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/08/2026), personel Lanal Maumere langsung dikerahkan untuk membantu evakuasi ribuan warga terdampak ke lokasi pengungsian sementara di Kabupaten Sikka.

Evakuasi dipusatkan di Lapangan Gelora Samador Maumere, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok. Proses evakuasi berlangsung secara sinergi bersama Kodim 1603/Sikka, Polres Sikka, BNPB Kabupaten Sikka, Satpol PP, Dinas Sosial, dan PMI Cabang Maumere. Operasi kemanusiaan ini dimulai sejak pukul 17.00 WITA dengan mengerahkan seluruh sarana pendukung yang tersedia.

Berdasarkan data pendataan sementara PMI Cabang Maumere, sebanyak 290 kepala keluarga dengan total 1.179 jiwa berhasil dievakuasi ke area penampungan sementara.

Seluruh rangkaian pergeseran warga selesai pada pukul 20.45 WITA dalam keadaan lancar dan aman. Pengawalan ketat dari tim keamanan serta pendampingan dari tim kesehatan memastikan warga, terutama kelompok rentan, tetap terlindungi selama proses evakuasi.

Dinas Penerangan Angkatan Laut menyampaikan bahwa keterlibatan TNI AL dalam aksi tanggap darurat bencana ini merupakan wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons kondisi darurat di wilayah Indonesia. Langkah tersebut juga menjadi bukti nyata implementasi Operasi Militer Selain Perang yang diperintahkan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Hingga saat ini, situasi di titik pengungsian Lapangan Gelora Samador terpantau aman dan kondusif. Personel gabungan tetap disiagakan untuk memantau perkembangan lingkungan serta mengantisipasi potensi gempa susulan.

Sementara itu, data terbaru dari Basarnas per Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA menyebutkan total korban meninggal dunia akibat gempa dahsyat tersebut mencapai 51 orang. Gempa tersebut sebelumnya dilaporkan bermagnitudo 7,7 sebelum kemudian dimutakhirkan menjadi 7,0.

Dengan respons cepat dan sinergi lintas instansi, TNI AL kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat, sekaligus mendukung penuh upaya penanganan bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Sumber: Dispenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *