JAKARTA – Di sudut SD Hangtuah 4 Cipulir, Jakarta Selatan, Sabtu pagi itu (17/10), tawa riang anak-anak seolah menyambut harapan baru. Para alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 38 tahun 1992 yang tergabung dalam Yayasan Persada Moro Tiga Delapan resmi mendeklarasikan Gerakan Toilet Sekolah Bersih sebuah langkah nyata kepedulian terhadap lingkungan sekolah, kesehatan, dan masa depan anak bangsa.
Gerakan ini lahir bukan tanpa alasan. Fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah dinilai belum memadai, padahal toilet yang bersih dan layak pakai adalah bagian penting dari proses belajar anak.
Anak-anak Indonesia berhak atas lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan gerakan sekolah sehat.
Laksdya TNI Agus Hariadi, selaku Pembina Yayasan Persada Moro Tiga Delapan mewakili Ketua Pembina Laksdya TNI Ahmad Wibisono, menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud karya bakti dan kepedulian yayasan terhadap para siswa.
“Anak-anak kita sejak usia dini harus didekatkan dengan pola hidup yang bersih dan sehat. Mereka harus terbiasa dengan lingkungan yang bersih sebagai modal dalam kehidupan ke depan,” ujarnya penuh harap.
Bagi para alumni, ini bukan sekadar renovasi bangunan. Ini tentang memastikan tidak ada lagi anak yang menahan diri di kelas karena takut menggunakan toilet sekolah.
Ini tentang menghadirkan rasa nyaman dan aman, agar anak-anak bisa belajar dengan tenang dan tumbuh dengan kebiasaan baik.
Kegiatan pembangunan dan renovasi toilet ini telah berjalan di berbagai daerah. Program diawali dari SDN 02 Sukajadi Cisayong Tasikmalaya dan SDN Babakan Anyar 1 Kadipaten Majalengka, lalu diperluas menjangkau SD Hangtuah 3 Rawa Bambu dan SD Hangtuah 4 Cipulir (Jakarta Selatan), SD Hangtuah 8 Kodamar (Jakarta Utara), SD Hangtuah 2 Titipapan (Medan),
SD Hangtuah 1 Belawan, SD Hangtuah Makassar, TK Hangtuah 2 Surabaya, serta TK Hangtuah IV Pontianak. Kini, yayasan tengah memproses renovasi fasilitas toilet di sejumlah sekolah lain di Jakarta, Tasikmalaya, Salatiga, dan Kupang.
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan deklarasi, penandatanganan dan penyerahan penggunaan toilet bersih kepada sekolah penerima manfaat, serta penyerahan bahan kontak kepada para guru dan pengurus sekolah.
Momen sederhana itu menjadi simbol bahwa kepedulian masih hidup dan masa depan anak Indonesia dimulai dari hal-hal kecil yang layak.
Pelaksanaan Gerakan Toilet Sekolah Bersih ini sejalan dengan dan mendukung Program Asta Cita Kabinet Merah Putih yang dituangkan ke dalam 8 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) tahun 2026 dan 2027.
(Grd/pen)














