Demi Indonesia Emas 2045, Angkatan Laut Resmi Nyalakan KKRI di Belawan Medan

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

MEDAN – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan generasi muda bangsa. Melalui kehadiran Asisten Teritorial (Aster) Komandan Kodaeral I, Kolonel Laut (T) Evi Bayu Priatno, S.T., M.Tr.Hanla., Kodaeral I turut menyukseskan Grand Launching Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pada jenjang pendidikan menengah.

Kegiatan yang digelar secara hybrid ini berlangsung di SMA/SMK Yayasan Hang Tuah, Belawan, Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (23/9/2026).

Peluncuran KKRI menjadi tonggak penting dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, budi pekerti luhur, serta wawasan kebangsaan yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.

KKRI: Wadah Kader Bela Negara Sejak Dini

Komunitas Kader Bela Negara Republik Indonesia (KKRI) dirancang sebagai program ekstrakurikuler yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan menengah.

Sasaran program ini mencakup siswa SMA, SMK, MA, dan sederajat di seluruh Indonesia. Melalui KKRI, para siswa mendapatkan pembekalan menyeluruh yang berorientasi pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kecakapan sosial.

“Kodaeral I mendukung penuh peluncuran KKRI sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, memiliki budi pekerti, serta berwawasan kebangsaan. Ini adalah investasi strategis bagi masa depan bangsa,” ujar Kolonel Laut (T) Evi Bayu Priatno.

Salah satu keunggulan KKRI adalah sistem pembelajarannya yang dapat diakses secara digital melalui platform kkri.id. Platform ini menyediakan 45 video pembelajaran yang terbagi dalam delapan kelas. Materi yang disajikan sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, meliputi, Pemahaman kebangsaan dan bela negara, Kepemimpinan, Negosiasi dan manajemen konflik, Pengabdian dan civic engagement, Komunikasi berempati, Problem solving, Serta kemampuan mendengar, memahami, memimpin, dan merangkul perbedaan.

Setiap kelas terdiri dari empat hingga lima video dan diakhiri dengan kuis. Peserta yang berhasil memperoleh nilai minimal 70 akan mendapatkan sertifikat otomatis yang dilengkapi barcode untuk memastikan keasliannya. Sertifikat ini dapat digunakan sebagai pendukung kegiatan non-akademik siswa.

KKRI juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenali potensi diri melalui tes minat dan bakat berbasis teori 16PF.

Tes ini mengukur aspek kepribadian sosial, emosi dan sikap, cara berpikir, serta gaya bekerja. Tidak hanya itu, tersedia pula tes kognitif/IQ secara gratis melalui kerja sama dengan Pusat Psikologi TNI.

Untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi, platform KKRI menghadirkan Leaderboard Nasional yang menampilkan capaian atau nilai peserta secara terbuka. Fitur ini diharapkan mampu mendorong semangat kompetisi sehat di kalangan siswa.

Sebagaimana amanah kepala staf angkatan Laut Laksamana TNI Dr Muhammad Ali, mendorong pengembangan KKRI terus dilakukan melalui penyempurnaan konten, pembuatan modul pembelajaran, roadshow ke berbagai daerah, serta seminar dan workshop.

Kodaeral I mendukung upaya pembinaan generasi muda melalui program tersebut sebagai bagian dari kontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, memiliki semangat bela negara, serta siap berkontribusi bagi bangsa dan negara menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan hadirnya KKRI, diharapkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang terlibat aktif dalam kegiatan positif, memiliki rasa cinta tanah air, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh.

(GRD/PEN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *