TNI AL Gagalkan Penyelundupan 240 Cartridge Vape Diduga Narkotika Jenis Baru di Perairan Kepulauan Riau

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

KARIMUN – Dalam operasi laut yang menegangkan di wilayah perbatasan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pusat Intelijen TNI AL (Pusintelal) dan Tim Quick Response Region Command (QRRNC) IV Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis baru.

Sebanyak 240 unit cartridge vape merek Bomb yang diduga kuat mengandung zat adiktif berbahaya berhasil diamankan dari perairan Pulau Manteras Besar, Kepulauan Riau.

‎Insiden ini bermula dari patroli rutin yang dilaksanakan oleh prajurit Jalasena di kawasan strategis Selat Durian pada Sabtu malam (6/9). Patroli ini merupakan wujud nyata dari komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan maritim dari ancaman kejahatan lintas negara, khususnya di jalur-jalur tikus yang rawan penyelundupan.

‎Kronologi Pengejaran Dramatis di Selat Durian
‎Kronologi Pengejaran Dramatis di Selat Durian

‎Berdasarkan keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), deteksi awal terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Tim patroli mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari sebuah speed boat berkecepatan tinggi yang melaju dari arah Pulau Buru menuju perairan Batam.

‎Melihat gelagat mencurigakan tersebut, tim gabungan TNI AL segera melaksanakan prosedur pengejaran. Personel di lapangan telah memberikan tembakan peringatan sebagai instruksi agar kapal tersebut menghentikan lajunya. Namun, pelaku tidak mengindahkan perintah tersebut dan justru memacu speed boat-nya semakin kencang.

‎Puncak pengejaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam upaya melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, awak speed boat tersebut terpantau membuang sejumlah paket dari arah buritan kapal.

‎”Tim memutuskan untuk memprioritaskan pengamanan barang bukti yang dibuang tersebut. Karena fokus pada penyelamatan barang bukti, speed boat pelaku berhasil lolos dan hilang dari pantauan,” jelas keterangan resmi Dispenal.

‎Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, tim menemukan bahwa barang yang dibuang tersebut dikemas dalam plastik bening. Setiap paket berisi 60 unit cartridge vape merek Bomb.

‎Setelah dilakukan penghitungan menyeluruh terhadap keseluruhan paket yang berhasil diamankan, total barang bukti mencapai 240 unit cartridge vape. Barang-barang tersebut kini telah diamankan di Markas Komando Lanal Tanjung Balai Karimun (Mako Lanal TBK) untuk menjalani pemeriksaan laboratorium forensik lebih lanjut.

‎TNI AL menduga kuat bahwa cairan di dalam cartridge tersebut merupakan narkotika jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS) yang belakangan marak diselundupkan melalui jalur laut karena bentuknya yang ringkas dan sulit dideteksi secara kasat mata.

‎Penindakan tegas ini sejalan dengan amanah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali. Dalam berbagai kesempatan, Kasal menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi terhadap segala bentuk kejahatan di laut.

‎”Di tengah dinamika geopolitik global, lingkungan strategis laut saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. TNI AL harus hadir untuk menjaga kedaulatan serta stabilitas maritim yurisdiksi Indonesia,” tegas Kasal dalam berbagai kesempatan mengutarakan.

‎Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan TNI AL dalam memblokir jalur masuk narkoba, terutama di wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Operasi ini juga menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan transnasional bahwa perairan Indonesia bukanlah wilayah yang aman untuk menjalankan aksinya.

‎TNI Angkatan Laut (TNI AL) adalah komponen utama pertahanan negara di laut yang bertugas menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah perairan yurisdiksi nasional Indonesia sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan internasional.

‎(gas/pen)

Editor: Riky rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *