JAKARTA – Dalam semangat memperkokoh jati diri bangsa sebagai negara maritim yang besar, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) TNI Laksamana TNI Muhammad Ali melakukan kunjungan strategis ke Kraton Majapahit Jakarta pada Senin, 24 Agustus 2026.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya konsolidasi kebangsaan untuk merajut kembali narasi kejayaan Nusantara yang sempat terdistorsi oleh sejarah kolonial.
Kehadiran Laksamana TNI DR Muhammad Ali beserta jajaran Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) disambut langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. AM Hendropriyono, beserta para ‘Bhatara Sabdaprabhu’. Turut hadir dalam penyambutan tersebut jajaran purnawirawan TNI, khususnya para sesepuh Angkatan Laut, menandakan eratnya ikatan historis antara institusi matra laut dengan akar peradaban Majapahit.
Dalam sambutannya, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono menegaskan bahwa pendirian Kraton Majapahit Jakarta memiliki misi vital untuk mengoreksi narasi sejarah. Menurutnya, bangsa Indonesia harus kembali percaya diri bahwa peradaban Nusantara adalah peradaban besar yang lahir dari kekuatan sendiri, bukan hasil “peradaban” yang dibawa oleh bangsa Barat.
“Pendirian Kraton Majapahit Jakarta ini adalah untuk mengingatkan bahwa bangsa kita ini adalah bangsa yang besar. Kita harus mengoreksi narasi bangsa-bangsa Barat yang kolonialis yang mengklaim telah membuat kita beradab. Jauh sebelum mereka datang, dengan armada laut terbesar di Asia Tenggara, Majapahit telah menjadi kekuatan Mandala yang pengaruhnya meliputi hampir seluruh Asia Tenggara,” tegas Hendropriyono.
Senada dengan hal tersebut, KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali menekankan bahwa TNI Angkatan Laut memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan sejarah tersebut.
Kunjungan ini ditegaskannya sebagai langkah memperkuat konsolidasi antara institusi pertahanan negara dengan komponen bangsa yang peduli terhadap persatuan.
“Kunjungan ini untuk memperkuat konsolidasi antara TNI AL dengan Kraton Majapahit Jakarta sebagai komponen Bangsa Indonesia yang peduli akan persatuan dan kesatuan NKRI. Majapahit adalah simbol kejayaan maritim Nusantara melalui kekuatan laut, diplomasi, dan kekuatan militer. TNI AL akan terus berusaha menjaga kedaulatan laut, menjaga sejarah kedaulatan budaya, dan masa depan Bangsa Indonesia,” tegas Laksamana Muhammad Ali.
Suasana keakraban dan kebanggaan terhadap sejarah maritim semakin terasa dengan hadirnya para tokoh purnawirawan TNI lintas matra.
Tampak hadir Mantan KASAL Laksamana TNI (Purn) Marsetio, Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edi, Mantan Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, hingga Mantan KASAU Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim. Kehadiran para sesepuh bangsa ini menjadi simbol estafet kepemimpinan dalam menjaga kedaulatan maritim.
Kraton Majapahit Jakarta sendiri didirikan oleh AM Hendropriyono sebagai pusat restorasi peradaban Nusantara. Lembaga ini berkomitmen menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Majapahit yang berhasil mengkonsolidasikan kawasan Asia Tenggara dalam balutan “Mandala Nusantara”. Nilai-nilai diplomasi, kemaritiman, dan persatuan tersebut diyakini relevan untuk menghadapi dinamika geopolitik modern.
Melalui sinergi antara TNI AL dan Kraton Majapahit Jakarta ini, diharapkan semangat kejayaan bahari tidak hanya berhenti sebagai catatan masa lalu. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut harus menjadi bahan bakar bagi generasi muda untuk membangun karakter bangsa yang kuat.
Kunjungan ini menjadi tonggak komitmen bersama bahwa TNI AL tidak hanya bertugas menjaga wilayah perairan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga narasi sejarah dan jati diri bangsa. Dengan menoleh kembali pada kejayaan Majapahit, Indonesia diharapkan mampu menatap masa depan sebagai poros maritim dunia yang berdaulat, modern, dan bermartabat.
(GRD/bro)














