KRI dr Soeharso 990 Drop 30,19 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Bencana NTT

KRI dr Soeharso 990
KRI dr Soeharso 990

JAKARTA – Unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL), KRI dr. Soeharso-990, kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan menyalurkan 30,19 ton bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapal rumah sakit kebanggaan TNI AL tersebut sandar di Pelabuhan Reo, Kedindi, Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Jumat (21/8).

Pengiriman bantuan berskala besar ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang digelar TNI AL dalam mendukung percepatan penanganan bencana di wilayah Indonesia Timur.

Misi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Komandan KRI dr. Soeharso-990, Letkol Laut (P) Ivan Halim, S.H., M.Tr. Opsla. Kapal tersebut mengangkut puluhan ton bantuan yang mencakup kebutuhan pokok masyarakat serta material penunjang penanganan darurat bencana.

Pemilihan moda transportasi laut menjadi keputusan strategis untuk memastikan distribusi logistik dalam jumlah besar dapat menjangkau wilayah kepulauan yang sulit diakses melalui jalur darat. Kehadiran KRI dr. Soeharso-990 di Pelabuhan Reo menjadi bukti nyata kesiapan TNI AL dalam mendukung logistik kemanusiaan di daerah terpencil.

“Dengan tersalurkannya bantuan seberat 30,19 ton ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di NTT dapat terbantu serta proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat,” demikian keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Langkah cepat KRI dr. Soeharso-990 tidak lepas dari arahan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. TNI AL dikerahkan secara penuh untuk mendukung operasi perbantuan bencana alam di NTT, sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran negara secara cepat, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat terdampak.

Operasi ini sekaligus menegaskan kembali peran strategis TNI AL tidak hanya sebagai garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga sebagai ujung tombak bantuan kemanusiaan dan tanggap darurat bencana di seluruh pelosok Nusantara.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *