NATUNA – Henti jantung bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa memandang usia. Atas dasar itulah Persatuan Perawat Nasional Indonesia DPK PPNI RSUD Natuna membekali siswa-siswi SMA Negeri 1 Bunguran Timur dengan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), Kamis (13/8/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung pukul 08.30–12.00 WIB dan diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari 50 siswa-siswi serta 50 perawat. Acara dibuka langsung oleh Ketua DPK PPNI RSUD Natuna, Ns. Mohlisin, S.Kep, bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bunguran Timur, Ida Susanti, S.Pd.
Dalam sambutannya, keduanya sepakat menekankan pentingnya keterampilan pertolongan pertama sejak usia sekolah. Mohlisin bahkan menyampaikan analogi sederhana namun kuat tentang BHD.
“Kemampuan BHD ibarat payung: kapan dan di mana saja bisa dibutuhkan,” ujarnya.

Pelatihan ini berfokus pada tiga materi utama, yaitu cara mengenali tanda henti jantung, teknik kompresi dada, dan penanganan awal henti jantung.
Para siswa tidak hanya menerima teori di dalam ruangan, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik BHD di bawah bimbingan para perawat.
Kepala Sekolah Ida Susanti menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan bekal hidup yang tidak selalu diperoleh di bangku kelas, sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap keselamatan sesama.
DPK PPNI RSUD Natuna berharap program pelatihan BHD/CPR ini dapat terus berlanjut ke lebih banyak sekolah di Kabupaten Natuna. Tujuannya adalah membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kegawatdaruratan medis, terutama di lingkungan pendidikan.
Dengan keterampilan ini, para siswa diharapkan mampu menjadi penolong pertama di sekitar mereka saat situasi darurat terjadi, sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi.
(GRD)














