SUMENEP – Musibah pelayaran kembali mengguncang jalur strategis Surabaya–Makassar. KMP Mutiara Sentosa II, kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) andalan PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), terbakar hebat di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026) pagi.
Di balik kobaran api yang melahap hampir seluruh badan kapal, terungkap fakta bahwa kapal berusia 34 tahun ini memiliki rekam jejak keselamatan nyaris sempurna selama 23 tahun beroperasi di Jepang.
Berdasarkan data terbaru dari Komando Armada (Koarmada) II TNI Angkatan Laut hingga pukul 22.00 WIB, operasi SAR gabungan masif berhasil mengevakuasi 227 penumpang dan awak dalam kondisi selamat. Namun, lima korban jiwa dinyatakan meninggal dunia. Jumlah ini meningkat dari data awal Basarnas yang mencatat empat korban meninggal dan 222 selamat.
Insiden nahas ini bermula saat kapal yang mengangkut sekitar 250 orang tersebut sedang melanjutkan pelayaran dari Surabaya menuju Makassar. Rute sepanjang lebih dari 40 jam pelayaran ini merupakan jalur logistik vital penghubung Pulau Jawa dan Indonesia Timur.
Kobaran api dilaporkan mulai muncul dan dengan cepat melahap area kabin penumpang sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Kepanikan massal tak terhindarkan. Asap hitam tebal mengepung dek, memaksa sejumlah penumpang berhamburan ke haluan kapal. Dalam situasi putus asa, beberapa di antaranya nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri sebelum bantuan tiba.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengonfirmasi detik-detik kritis tersebut. “Pihak perusahaan mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Setelah memberikan sinyal darurat, kontak dengan nakhoda langsung terputus,” ujar Nanang.

Operasi SAR Heroik: KRI dan Pesawat Udara Dikerahkan
Menindaklanjuti arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk senantiasa hadir membantu kesulitan rakyat, Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya langsung menginstruksikan pengerahan aset tempur secara maksimal.
Dua kapal perang Republik Indonesia (KRI) diterjunkan ke titik koordinat: KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta-370. KRI Nala-363 menjadi ujung tombak evakuasi, menerima limpahan korban selamat dan jenazah dari kapal-kapal niaga yang lebih dulu tiba di lokasi.
Kehadiran dua KRI ini sangat krusial karena KM Meratus Project 1, salah satu kapal pertama di lokasi, sempat terkendala manuver akibat memuat material mudah terbakar.
Untuk mempertajam pencarian korban yang mungkin masih terjebak di sisa-sisa bangkai kapal, TNI AL menerbangkan Pesawat Udara NC 212-200 Avicor U-6206 dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal).
Secara total, sembilan kapal gabungan dari Basarnas, KPLP, Ditpolairud, serta kapal tugboat seperti TB Hasnur 26 dikerahkan dalam misi kemanusiaan ini.

Jejak Panjang “Ferry Osaka” yang Nyaris Tanpa Cacat
Di tengah investigasi penyebab kebakaran, publik menyoroti riwayat panjang KMP Mutiara Sentosa II. Kapal berukuran panjang 160 meter dan lebar 25 meter dengan bobot mati 3.850 ton ini bukanlah kapal baru. Ia dibangun di galangan Saiki Heavy Industries, Jepang, dan memulai kariernya pada Januari 1992 dengan nama Ferry Osaka.
Selama 23 tahun, kapal ini dioperasikan oleh perusahaan raksasa Jepang, Meimon Taiyo Ferry, melayani rute domestik Osaka–Kitakyushu. Selama masa dinasnya di bawah pengawasan ketat otoritas transportasi Jepang (MLIT), Ferry Osaka memiliki catatan keselamatan yang benar-benar bersih tanpa riwayat insiden mesin atau kebakaran fatal.
Kapal ini pensiun dari perairan Jepang pada 16 September 2015, lalu sempat berganti nama menjadi Golden Bird 5 saat proses transit. Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, tepatnya di penghujung 2015, PT Atosim Lampung Pelayaran mengakuisisi kapal ini.
Sejak itu, kapal berganti identitas menjadi KMP Mutiara Sentosa II dan menjadi andalan distribusi logistik nasional. Dari segi perawatan, kapal ini diketahui menggunakan sistem pelumasan Dry Sump dan rutin menjalani pengujian sampel oli setiap tiga bulan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi fisik KMP Mutiara Sentosa II dilaporkan nyaris habis terbakar dan terbawa arus di perairan utara Sumenep.
Otoritas terkait masih terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti musibah yang menghanguskan kapal dengan sejarah panjang dan ironisnya, baru pertama kali tercoreng catatan kelam di perairan Indonesia.
(Sumber: Afu id/grd)














