SURABAYA – Di bawah amanah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk senantiasa hadir membantu rakyat, jajaran Koarmada II TNI AL mengerahkan kekuatan maksimal dalam operasi Search and Rescue (SAR) KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8).
Hingga pukul 17.00 WIB, operasi penyelamatan masif yang melibatkan kapal perang dan pesawat udara ini berhasil mengevakuasi 227 penumpang selamat, namun lima korban dinyatakan meninggal dunia.

Begitu menerima sinyal darurat, Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya langsung menginstruksikan pengerahan aset sesuai arahan pimpinan TNI AL. KRI Nala-363 langsung melesat ke titik koordinat untuk menjemput korban. Berdasarkan laporan perkembangan SAR pukul 22.00 WIB, KRI NAL-363 telah menerima evakuasi dari sortie pertama dan kedua sebanyak 13 penumpang selamat dan 2 orang meninggal dunia (MD).
Kapal perang ini selanjutnya bersiap menerima limpahan evakuasi dari Kapal Icon Diamond yang berada dalam jarak 1 nautical mile.
Secara paralel, KRI Bung Hatta-370 juga berada di lokasi membantu pergeseran dan evakuasi korban. Kehadiran dua unsur KRI ini menjadi krusial mengingat salah satu kapal niaga yang pertama tiba, KM Meratus Project 1, mengalami kendala manuver karena memuat kargo mengandung bahan mudah terbakar.

Untuk mempertajam pemantauan dan mempercepat pencarian korban yang mungkin masih terjebak, TNI AL menerbangkan Pesawat Udara NC 212-200 Avicor U-6206 dari Puspenerbal. Sementara itu, Kantor SAR Surabaya melaporkan total sembilan kapal dikerahkan dalam operasi gabungan ini.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, merilis data evakuasi terbaru pukul 17.00 WIB, KM Meratus Pematang Siantar: 109 selamat, 2 MD, TB Hasnur 26: 65 selamat, 1 MD, Meratus Project 3: 13 selamat, 1 MD, Kapal Icon Daniel: 1 MD, Transco Arafura: 17 selamat, Prakarsa Mas & SC Aila XVII: 7 selamat, Selaras Mas: 7 selamat, British Mentor: 2 selamat.

KMP Mutiara Sentosa 2 yang mengangkut sekitar 250 jiwa dengan rute Surabaya–Makassar itu dilaporkan terbakar pagi hari sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Komunikasi terakhir dengan nakhoda sempat tersambung sebelum akhirnya putus total. Api begitu cepat melahap badan kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran tersebut sehingga penumpang terpaksa berkumpul di anjungan dan haluan untuk menyelamatkan diri.
“Proses pencarian terhadap kemungkinan adanya korban lain masih terus dilakukan oleh tim gabungan hingga laporan ini disusun,” tegas Nanang Sigit.
Tindakan sigap TNI AL ini menjadi bukti nyata implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang digelorakan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, di mana setiap prajurit dan alutsista harus menjadi garda terdepan kemanusiaan bagi rakyat Indonesia. Publik diimbau menunggu informasi resmi selanjutnya dari Koarmada II terkait perkembangan operasi SAR ini.















