Baru Usai Latihan Perang dengan China, KRI Nala 363 Mendadak Berbalik Arah: Misi Darurat Selamatkan Korban Kebakaran di Sumenep

Foto TNI Angkatan Laut: Hingga Subuh dari Tengah Laut, Kapal Perang Baru Bergeser: KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta-370 Gerak Cepat Bantu Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2
Foto TNI Angkatan Laut: Hingga Subuh dari Tengah Laut, Kapal Perang Baru Bergeser: KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta-370 Gerak Cepat Bantu Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

SURABAYA – Dalam sebuah aksi respons cepat yang dramatis, dua kapal perang Republik Indonesia bergeser dari formasi latihan tengah laut hingga dini hari demi misi kemanusiaan.

TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada (Koarmada) II mengerahkan KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta-370 untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kebakaran tragis KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura.

KRI Nala-363 yang baru saja menuntaskan Latihan Passing Exercise (PASSEX) bersama kapal perang Angkatan Laut Republik Rakyat Tiongkok (PLA Navy) langsung menerima perintah mendadak. Panglima Koarmada II, Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., segera menginstruksikan pergeseran haluan menuju titik koordinat musibah, menunjukkan bahwa kesiapsiagaan tempur mampu bertransformasi instan menjadi solidaritas kemanusiaan.

Hingga Minggu (2/8) malam, upaya penyelamatan terpadu melibatkan sejumlah kapal niaga seperti KM Meratus Pematang Siantar dan MV Icon Daniel, berhasil mengevakuasi 230 korban selamat. Namun, insiden nahas ini juga mencatatkan duka dengan lima korban dilaporkan meninggal dunia.

Proses evakuasi yang melibatkan KRI Nala-363 berlangsung dramatis dan presisi dalam gelapnya malam di tengah laut, Pukul 22.00 WIB: KRI Nala-363 menyandarkan diri untuk menjemput 14 korban dari KM Meratus Project 3. Dalam pemindahan ini, 13 orang selamat diselamatkan, sementara satu jenazah turut dievakuasi.

Pukul 23.00 WIB: Operasi berlanjut, tim medis dan ABK kembali mengevakuasi satu korban meninggal dunia dari MV Icon Daniel.

Pukul 00.15 WIB (dini hari): Di tengah kelelahan dan gelombang, 17 korban selamat lainnya berhasil dipindahkan dari MT Transco Arafura ke dek KRI Nala-363.

Secara total, KRI Nala-363 berhasil mengevakuasi 32 korban yang terdiri dari 30 penyintas dan 2 jenazah. Tak hanya menjemput, kapal ini langsung berubah menjadi rumah sakit terapung. Dua belas korban yang mengalami keluhan kesehatan dan trauma langsung mendapat penanganan medis intensif selama pelayaran kembali.

Pada pukul 01.40 WIB, kapal perang ini benar-benar bergeser dari lokasi kejadian dan bertolak menuju Pangkalan Surabaya. Sementara itu, KRI Bung Hatta-370 diperintahkan tetap siaga di lokasi kejadian untuk mengamankan area dan mendukung keberlanjutan operasi SAR oleh unsur-unsur terkait lainnya.

Pengerahan KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta-370 dalam operasi kemanusiaan ini adalah manifestasi dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Hingga subuh dari tengah laut kapal perang baru bergeser,” demikian gambaran suasana di lapangan. Aksi ini menjadi penegas bahwa kehadiran alutsista TNI AL bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, melainkan juga menjadi perisai kemanusiaan yang siap menebar rasa aman di setiap jengkal perairan Indonesia.

(Pen/2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *