Tegaskan Pangan adalah Kedaulatan, PTPN I Gaungkan Visi Asta Cita Presiden Prabowo dalam Forum Syukuran Swasembada

Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku di Jakarta, Sabtu (1/8/2026),
Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku di Jakarta, Sabtu (1/8/2026),

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) meneguhkan posisinya sebagai garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sebuah forum bertajuk Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku di Jakarta, Sabtu (1/8/2026), perusahaan pelat merah itu menyatakan bahwa sektor perkebunan adalah fondasi fundamental dalam menjaga kedaulatan negara.

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi panggung diskusi strategis yang menghubungkan secara langsung antara produktivitas agro dan ketahanan nasional. Momentum ini semakin kuat dengan diluncurkannya buku karya Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, berjudul “Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara” .

Dalam paparannya, Abdul Rivai Ras dengan tegas mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi roh transformasi perusahaan.

“Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kita semua, bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan pernah benar-benar merdeka,” ujarnya. Kutipan ini menjadi landasan mengapa PTPN I kini bergerak agresif melakukan transformasi bisnis berbasis produktivitas, inovasi, keberlanjutan, dan hilirisasi.

Mengusung misi humanis dan modern, Abdul Rivai Ras menjelaskan irisan kuat antara PTPN I dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Ia menegaskan, pembangunan sektor pangan bukan hanya urusan perut, melainkan strategi membangun kemandirian ekonomi dan stabilitas politik negara.

“Dengan aset yang besar, tenaga kerja yang banyak, serta sebaran wilayah yang luas hingga ke pelosok, PTPN I memiliki hubungan yang sangat erat dengan ketahanan pangan dan ketahanan negara. Kami tidak sekadar memproduksi komoditas, tetapi juga menyerap tenaga kerja masif, membuka akses pembangunan, dan menjadi pusat transfer teknologi agronomi modern,” jelas Abdul Rivai.

Visi ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan. Transformasi di tubuh PTPN I diharapkan menjadi katalis dalam mewujudkan swasembada yang berdaulat.

Capaian Positif: Indonesia Tanpa Impor Beras di 2025

Optimisme terhadap visi Presiden Prabowo dan kinerja PTPN I diperkuat oleh data konkret. Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,71 juta ton, melonjak 13,36 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi padi mencapai 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).

Yang lebih membanggakan, Indonesia mencatat surplus beras sekitar 3,52 juta ton. Capaian ini membuktikan bahwa Indonesia sama sekali tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025, sebuah tonggak sejarah yang sejalan dengan target Presiden Prabowo.

Acara yang dihadiri sejumlah tokoh nasional ini tidak hanya sarat akan diskusi intelektual, tetapi juga spiritual. Suasana khidmat terasa saat menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga tausiah oleh Ustaz Das’ad Latif. Dalam tausiahnya, Ustaz Das’ad memberikan perspektif religius bahwa kemandirian pangan adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah Tuhan atas negeri yang subur.

Sebagai wujud kepedulian, manajemen PTPN I juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim, merefleksikan misi humanis perusahaan dalam membangun negeri.

Dengan semangat transformasi dan kolaborasi, PTPN I optimis mampu mengawal visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun lumbung pangan dunia, sekaligus membentengi kedaulatan negara dari sisi pangan.

(GRD/hms)

Penulis: Rahmad Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *