SURABAYA – KRI Bima Suci, kapal layar tiang tinggi kebanggaan TNI Angkatan Laut, kembali ke pangkalannya di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, Selasa (28/7), setelah menuntaskan misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa selama 124 hari.
Kedatangannya disambut langsung oleh Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., didampingi Ketua Gabungan II Jalasenastri Koarmada RI Ny. Yully Alit Jaya, menandai keberhasilan pelayaran yang mempertegas fungsi vital KRI Bima Suci sebagai duta diplomasi maritim dan alat memperkuat kerja sama internasional, sejalan dengan amanah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Penyambutan berlangsung hangat dan penuh haru. Para pejabat utama, asisten Pangkoarmada II, komandan satuan, serta keluarga prajurit KRI Bima Suci tumpah ruah di dermaga, menyambut kepulangan para pelaut yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Isak tangis bahagia dan pelukan erat mewarnai momen reuni setelah kurang lebih empat bulan berpisah.
Misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Tahun 2026 ini merupakan pelayaran diplomasi ke-10 KRI Bima Suci. Kapal legendaris itu mengemban amanah besar membawa semangat Indonesia sebagai bangsa maritim yang terbuka, bersahabat, dan profesional ke berbagai penjuru dunia.
Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali senantiasa menekankan bahwa KRI Bima Suci tidak sekadar kapal latih, melainkan duta diplomasi maritim dan instrumen strategis untuk memperkuat kerja sama internasional TNI AL.
“Keberhasilan misi ini membuktikan bahwa prajurit kita mampu menjalankan diplomasi pertahanan dengan prima, membangun jembatan persahabatan antar bangsa, sekaligus memproyeksikan citra Indonesia yang berdaulat dan bermartabat di mata dunia,” ujar Laksda TNI I G. P. Alit Jaya menggemakan amanah orang nomor satu di TNI AL.
Selama 124 hari, sejak 26 Maret hingga 28 Juli 2026, KRI Bima Suci menempuh jarak 16.877 nautical mile. Rute pelayaran yang dilalui terbentang dari Surabaya menuju Jakarta, Belawan, lalu melintasi perairan internasional ke Colombo (Sri Lanka), Singapura, Da Nang (Vietnam), Shanghai (Tiongkok), Busan (Korea Selatan), Vladivostok (Rusia), Nagasaki (Jepang), Manila (Filipina), hingga Bitung, sebelum akhirnya kembali ke Surabaya.
Di setiap pelabuhan yang disinggahi, KRI Bima Suci tidak hanya menjadi duta budaya dan diplomasi, tetapi juga “kampus terapung” bagi generasi penerus TNI AL. Sebanyak 156 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan Ke-73 dan 52 cadet delegasi negara sahabat turut serta dalam Satuan Tugas Latihan Praktek (Lattek) Kartika Jala Krida (KJK).
Mereka menimba ilmu kepemimpinan, navigasi, dan diplomasi maritim secara langsung, memperkuat kaderisasi perwira berwawasan global.
Penegasan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bahwa KRI Bima Suci berfungsi sebagai duta diplomasi maritim dan alat memperkuat kerja sama internasional TNI AL bukan sekadar retorika.
Misi ke-10 ini menjadi bukti konkret bagaimana sebuah kapal layar latih mampu membuka jalur komunikasi strategis, membangun soft power Indonesia di tengah dinamika geopolitik kawasan, serta menunjukkan kemampuan TNI AL berinteraksi setara dengan angkatan laut negara sahabat.
Di setiap singgahan, para prajurit dan taruna melakukan kunjungan kehormatan, pertukaran budaya, serta latihan bersama, menjadikan KRI Bima Suci sebagai etalase kemajuan maritim Indonesia. Kerja sama internasional yang terjalin tidak hanya pada tataran militer, tetapi juga diplomasi publik yang menyentuh masyarakat global.
Pangkoarmada II menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh prajurit KRI Bima Suci atas dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme yang telah mengharumkan nama bangsa. “Kalian telah menuntaskan misi dengan sempurna. Pelayaran ini bukan hanya catatan miles, tetapi catatan emas diplomasi maritim Indonesia. KRI Bima Suci pulang membawa kehormatan, persahabatan, dan semangat baru untuk terus mengibarkan panji-panji Merah Putih di lautan dunia,” pungkasnya.
Dengan keberhasilan misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa 2026, KRI Bima Suci kembali meneguhkan posisinya sebagai duta maritim sejati sebuah kapal yang bukan hanya menjelajahi samudra, tetapi juga menyatukan hati, membangun kepercayaan, dan memperkokoh jati diri Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sesuai amanah Kasal, KRI Bima Suci akan terus menjadi garda terdepan diplomasi dan kerja sama internasional TNI AL di masa-masa mendatang.
(Gas/pen)














