Jalesveva Jayamahe, KRI Bima Suci Gebrak Manila: Reog Ponorogo dan Genderang Suling Gita Jala Taruna Pukau Publik Filipina

KRI Bima Suci, Misi Muhibah Diplomasi 2026, Kartika Jala Krida, Taruna AAL, Reog Ponorogo Manila, TNI AL Filipina, Jalesveva Jayamahe
KRI Bima Suci, Misi Muhibah Diplomasi 2026, Kartika Jala Krida, Taruna AAL, Reog Ponorogo Manila, TNI AL Filipina, Jalesveva Jayamahe

MANILA – Misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktek (Lattek) Kartika Jala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) 2026 sukses mencuri perhatian publik Manila, Filipina.

Mengusung semangat Jalesveva Jayamahe (Di Laut Kita Jaya), Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa KRI Bima Suci bukan sekadar kapal latih, melainkan duta diplomasi maritim yang membawa pesan perdamaian dan kekayaan budaya Indonesia ke panggung internasional.

Rangkaian kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah ini diawali dengan Courtesy Call Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto kepada Commander Naval Education Training Command Philippine Navy, Rear Admiral Decapia, di Manila, Jumat (3/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat itu turut dihadiri Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Manila Victorina Hesti Dewayani, Atase Pertahanan RI Kolonel Laut (T) Meldi, serta Direktur Pendidikan Kodiklatal Brigjen TNI (Mar) Fransisco Simanjorang. Dialog strategis ini memperkuat kerja sama bilateral di bidang kemaritiman, pendidikan, dan latihan antara TNI AL dan Philippine Navy.

Puncak misi muhibah tersaji dalam Kirab Kota (City Parade) di Rizal Park. Di hadapan pejabat Philippine Navy dan ribuan warga Manila, prajurit KRI Bima Suci bersama Taruna AAL unjuk gigi membawakan atraksi Reog Ponorogo yang energik serta penampilan apik Genderang Suling Gita Jala Taruna. Aksi kolosal itu sontak memukau para tamu undangan dan disambut tepuk tangan meriah.

Sebelum kirab, delegasi Indonesia melaksanakan upacara peletakan karangan bunga di Monumen Jose Rizal sebagai penghormatan kepada Pahlawan Nasional Filipina, simbol eratnya persahabatan kedua negara.

Pihak Philippine Navy membalas dengan tarian tradisional khas Filipina. Kemeriahan kian memuncak lewat flash mob bersama yang melibatkan Taruna AAL dan personel angkatan laut setempat, memperlihatkan betapa diplomasi budaya mampu merekatkan dua bangsa.

Ditempat terpisah, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa partisipasi TNI AL dalam pelayaran muhibah ini merupakan implementasi cita-cita bangsa memperkuat persahabatan global dan mempromosikan budaya Nusantara.

“KRI Bima Suci bukan sekadar kapal latih, tetapi juga duta diplomasi maritim yang membawa pesan perdamaian, persahabatan, dan identitas budaya Indonesia. Ini sejalan dengan visi TNI AL sebagai world-class navy yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan kerja sama maritim global,” ujar Kasal penuh keyakinan.

Kehadiran KRI Bima Suci di Filipina menjadi bukti nyata bahwa diplomasi maritim Indonesia terus berlayar dengan gagah, mengibarkan panji Jalesveva Jayamahe di setiap samudera persahabatan.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *