Hari Bhayangkara ke 80, Menko Polkam dan KASAL Gelar Agenda Strategis di Perbatasan Pulau Natuna

Peringati Hari Bhayangkara, Menko Polkam tekankan pengabdian Polri bagi Bangsa. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)
Peringati Hari Bhayangkara, Menko Polkam tekankan pengabdian Polri bagi Bangsa. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

JAKARTA – Tepat di puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago bersama Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dijadwalkan bertolak ke perbatasan Pulau Natuna, Kamis (2/7/2026) besok.

Kunjungan strategis ini menegaskan bahwa diplomasi pertahanan dan kesiapsiagaan di wilayah terdepan Indonesia terus menjadi prioritas di tengah momentum pengabdian institusi penegak hukum.

Di tempat terpisah, dalam suasana khidmat peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Menko Polkam Djamari Chaniago menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Ia menekankan bahwa pengabdian Polri selama delapan dekade telah menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban masyarakat sebagai pilar utama pembangunan nasional.

“Atas nama keluarga besar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada segenap jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Djamari.

Menurut Djamari, tema “Polri untuk Masyarakat” tahun ini mencerminkan komitmen Polri untuk semakin dekat dengan rakyat. Pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas menjadi tuntutan mutlak di tengah kompleksitas tantangan keamanan modern mulai dari kejahatan konvensional, ancaman siber, hingga disinformasi.

“Situasi keamanan yang kondusif merupakan prasyarat utama bagi terlaksananya pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, serta terciptanya kesejahteraan masyarakat. Kami mengapresiasi dedikasi dan pengabdian Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Pria kelahiran Padang, 8 April 1949, yang menjabat Menko Polkam ke-19 sejak 17 September 2025 ini, menilai tantangan keamanan saat ini menuntut kolaborasi yang semakin erat.

Sinergi antara Polri, TNI, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting melawan ancaman di ruang fisik maupun digital.

“Semoga sinergi antarlembaga terus terjalin semakin kuat dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, mengawal agenda pembangunan, serta mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera,” lanjutnya.

Kepergian Djamari bersama Kasal besok pagi ke Natuna menjadi bukti konkret bahwa semangat sinergi tidak berhenti pada seremonial.

Agenda strategis pertahanan nasional di pulau terdepan yang kerap menjadi sorotan di Laut Natuna Utara itu meliputi peninjauan kesiapan operasional prajurit TNI AL, pos pengamanan perbatasan, lanud RSA, Markas Yon Komposit I/ Gardapati, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta dialog langsung dengan masyarakat setempat.

Langkah ini sejalan dengan pesan Menko Polkam bahwa koordinasi yang solid akan memperkuat efektivitas kebijakan pemerintah di bidang politik, hukum, dan keamanan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Di Hari Bhayangkara ini, Djamari juga mengajak seluruh anggota Polri melakukan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian.

“Profesionalisme harus berjalan beriringan dengan integritas, kepedulian, dan ketulusan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya, seraya mendorong Polri memperkuat transformasi kelembagaan dan mutu pelayanan publik agar mampu menjawab tantangan keamanan nasional di masa depan.

Dirgahayu Bhayangkara, Dari Natuna untuk Indonesia

Kunjungan ke Natuna di hari istimewa bagi Polri ini sekaligus menjadi simbol bahwa pertahanan negara tidak terpisahkan dari peran seluruh elemen. Dari pulau perbatasan yang menjadi garda terdepan kedaulatan, komitmen menjaga keutuhan NKRI digemakan.

“Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Djamari.

 

Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago
Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago

Profil Singkat Menko Polkam Djamari Chaniago

Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago lahir di Padang, Sumatera Barat, 8 April 1949. Lulusan AKABRI 1971 ini mengawali karier militernya di TNI Angkatan Darat dengan segudang penugasan strategis:

Pangdam III/Siliwangi (1997–1998), Panglima Kostrad (1998–1999),

Wakil Kepala Staf TNI AD (1999–2000), hingga Kepala Staf Umum TNI (2000–2004).

Sejak 17 September 2025, ia dipercaya memimpin Kemenko Polkam sebagai Menko Polkam ke-19.

(GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *