KRI Bima Suci Sandar di Vladivostok: Diplomasi Maritim Indonesia Rusia Dipererat lewat Naval Diplomacy dan Budaya

Rusia Indonesia Angkatan Laut
Rusia Indonesia Angkatan Laut

VLADIVOSTOK — Dari Rusia Memperkuat jembatan persahabatan antarnegara melalui jalur maritim, Satuan Latihan (Satlat) Kartika Jala Krida (KJK) 2026 yang dipimpin oleh Laksamana Madya TNI Agus Hariadi, M.Han., melaksanakan serangkaian Courtesy Call (CC) dengan jajaran Angkatan Laut Rusia dan Pemerintah Kota Vladivostok pada Rabu (10/06/2026).

Kunjungan ini menjadi implementasi nyata peran TNI Angkatan Laut sebagai duta bangsa di mata internasional.

Delegasi yang membawa misi muhibah menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci ini diterima langsung di Markas Russian Navy’s Pacific Fleet. Pertemuan strategis tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang kemaritiman serta memperkuat diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Federasi Rusia.

Rangkaian diplomasi berlanjut ke Balai Kota Vladivostok, di mana Walikota Shestakov Konstantin Vladimirovich menyambut delegasi dengan penuh kehangatan. Dalam kesempatan tersebut, Laksdya TNI Agus Hariadi menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan luar biasa yang diberikan, seraya menegaskan bahwa misi KJK 2026 merupakan wujud Naval Diplomacy untuk mempromosikan perdamaian dan persahabatan dunia.

“Kehadiran KRI Bima Suci di sini bukan sekadar pelayaran latihan, tetapi juga representasi bangsa dalam memperkenalkan budaya Indonesia serta mempererat tali persaudaraan yang sudah lama terjalin,” ujar Laksdya Agus Hariadi dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan ini menghasilkan sejumlah capaian positif. Pemerintah Kota Vladivostok memberikan fasilitas tiket masuk gratis ke berbagai museum bagi seluruh Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dan personel KRI Bima Suci. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya wawasan sejarah dan budaya para calon pemimpin TNI AL.

Tak hanya itu, sebagai puncak diplomasi budaya, Kontingen Genderang Suling Jala Gita Taruna AAL diundang secara khusus untuk tampil dalam peringatan Russia Day. Penampilan ini akan menjadi panggung bergengsi untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisi Indonesia di hadapan masyarakat internasional.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan bahwa partisipasi aktif TNI AL dalam pelayaran muhibah ke berbagai negara adalah strategi penting dalam politik luar negeri.

“Partisipasi TNI Angkatan Laut dalam pelayaran muhibah diplomasi merupakan implementasi peran TNI AL sebagai duta bangsa dalam mempererat persahabatan antarnegara, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional,” tegas Kasal.

Rangkaian Courtesy Call ini ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol eratnya hubungan persahabatan dan komitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi maritim antara Indonesia dan Rusia.

(GRD/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *