Kadiskomlekal Buka Pelatihan Satelit Strategis: Jantung Komando TNI AL Harus Mandiri dan Profesional

Dinas Komunikasi dan Elektronika TNI Angkatan Laut (Kadiskomlekal)
Dinas Komunikasi dan Elektronika TNI Angkatan Laut (Kadiskomlekal)

BOGOR – Mengusung semangat Jalesveva Jayamahe, Kepala Dinas Komunikasi dan Elektronika TNI Angkatan Laut (Kadiskomlekal), Laksamana Pertama TNI Frandinanto Suwarno, S.T., secara resmi membuka Pelatihan Operator dan Maintenance Hub Station Sistem Komunikasi Satelit (Siskomsat) TNI AL Tahap III Tahun 2026 di Kabupaten Bogor, Senin (8/6).

Pembukaan ini menandai langkah strategis TNI AL dalam memperkuat ketahanan sistem komunikasi di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks.

Dalam sambutan perdananya sejak menjabat sebagai Kadiskomlekal, Laksamana Pertama Frandinanto menekankan bahwa Hub Station Siskomsat merupakan aset vital yang berfungsi sebagai jantung sistem komando dan pengendalian. Ia menegaskan, penguasaan teknologi komunikasi satelit tidak boleh hanya bertumpu pada tahap pengadaan, melainkan harus mencapai kemandirian operasional dan pemeliharaan.

“Hub Station adalah jantung dari sistem komunikasi satelit. Penanganannya memerlukan ketelitian sangat tinggi. Kita tidak boleh bergantung pada pihak luar. Personel TNI AL harus mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan sistem ini secara mandiri untuk menjamin keamanan, kerahasiaan, serta kecepatan distribusi informasi di setiap operasi,” tegasnya di hadapan para peserta dan instruktur.

Kegiatan ini memiliki makna spesial karena merupakan kunjungan kerja perdana Kadiskomlekal ke fasilitas Hub Station Siskomsat.

Pada kesempatan tersebut, ia meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan personel, memastikan bahwa human capital di bidang teknologi komunikasi TNI AL terus berkembang secara profesional dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para operator dan teknisi dengan kemampuan teknis mendalam, meliputi, Konfigurasi dan monitoring lalu lintas data satelit secara real-time.

Kemampuan troubleshooting untuk mencegah potensi gangguan sistem, Pemeliharaan perangkat keras dan lunak secara presisi guna memperpanjang usia pakai aset strategis.

Kadiskomlekal memberikan penekanan keras kepada seluruh peserta untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) mengingat tingginya sensitivitas dan nilai investasi peralatan. Kepada para instruktur, ia meminta materi disampaikan berbasis studi kasus nyata di lapangan, sehingga transfer pengetahuan berlangsung maksimal dan langsung aplikatif.

“Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi investasi pertahanan negara di era digital. Dengan penguasaan teknologi yang mumpuni, kita jaga kedaulatan informasi maritim Indonesia. Bekerjalah dengan keras, cerdas, dan ikhlas,” pungkasnya penuh semangat, menggemakan kembali doktrin Jalesveva Jayamahe yang berarti ‘Justru di Lautan Kita Jaya’.

Dengan digelarnya pelatihan tahap III ini, TNI AL mempertegas komitmennya dalam membangun Sistem Komunikasi Satelit yang tangguh dan modern, memastikan seluruh operasi dan latihan dapat didukung oleh jaringan informasi yang andal, aman, dan responsif terhadap berbagai tantangan di masa depan.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *