JAKARTA – PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang berada di bawah naungan Pertamina Group, menegaskan posisinya sebagai pionir digitalisasi keselamatan logistik energi.
Tonggak strategis ini ditandai dengan kunjungan resmi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ke fasilitas Road Traffic Control (RTC) Elnusa Petrofin di Jakarta pada Senin, 3 November 2025.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, ini menjadi momen krusial dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan korporasi. Kehadiran KNKT disambut oleh Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, beserta jajaran direksi dan manajemen. Agenda utama kunjungan ini adalah meninjau langsung bagaimana teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) merevolusi standar pengawasan keselamatan distribusi BBM di Indonesia.
Dalam paparannya, manajemen menjelaskan bahwa RTC adalah pusat kendali terintegrasi yang memonitor ribuan perjalanan armada Mobil Tangki secara real-time. Sistem ini diperkuat dengan integrasi AI, GPS Tracking, dan CCTV pintar yang mampu mendeteksi risiko dini.
Teknologi ini tidak hanya memantau posisi, namun juga mampu menganalisis perilaku pengemudi seperti kecepatan berlebih atau microsleep, sehingga intervensi pencegahan insiden dapat dilakukan secara instan.
Menariknya, inovasi RTC ini lahir dari kolaborasi pembelajaran lintas sektor. Pada tahun 2024, Elnusa Petrofin bersama KNKT melakukan benchmarking ke AirNav Indonesia.
Hasil studi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun arsitektur sistem pengawasan digital yang kini diakui sebagai salah satu yang tercanggih di sektor logistik darat.
“Dari sinergi itu, kami belajar bagaimana standar keselamatan navigasi udara diterapkan. Kini, kami adaptasi teknologi serupa untuk memastikan keselamatan di jalan raya. Dengan 2.085 armada yang menempuh jarak setara jarak bumi ke matahari setiap tahunnya, kami tidak memberi ruang untuk kesalahan,” ujar Doni Indrawan dalam sambutannya.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, memberikan apresiasi tinggi terhadap lompatan digital ini. Menurutnya, RTC adalah cetak biru (blueprint) yang seharusnya diadopsi oleh industri logistik energi nasional.
“Kami memberikan apresiasi kepada Elnusa Petrofin. Pendekatan digital seperti ini merupakan langkah maju yang signifikan. Model asesmen keselamatan berbasis data dan AI yang diterapkan di sini bukan hanya efektif, tetapi harus menjadi contoh pembelajaran positif bagi seluruh ekosistem logistik energi di Indonesia,” tegas Soerjanto.
Fasilitas RTC Elnusa Petrofin saat ini beroperasi 24 jam penuh sebagai national control center. Sistem ini memastikan distribusi energi dari 53 Fuel Terminal dan Integrated Terminal PT Pertamina Patra Niaga tetap aman dan efisien, mengawasi lebih dari 8.000 Awak Mobil Tangki (AMT).
Hasilnya, perusahaan mencatat penurunan signifikan pada tingkat keterlambatan dan potensi insiden perjalanan berkat intervensi dini berbasis data.
Tidak hanya RTC, dalam agenda ini tim KNKT juga meninjau inovasi Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR). Teknologi ini mengoptimalkan pemantauan aset-aset perusahaan di lokasi remote yang sulit dijangkau, memastikan integritas aset tetap terjaga dan operasional berjalan sesuai prinsip Operational Excellence.
Doni menambahkan, transformasi ini adalah wujud nyata komitmen Perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik.
“Ini bukan sekadar pengawasan, melainkan upaya membangun budaya keselamatan berbasis teknologi. Kami ingin memastikan setiap tetes BBM yang disalurkan ke pelosok negeri diiringi dengan standar keselamatan tertinggi,” pungkasnya.
Dengan restu dan pengakuan dari regulator seperti KNKT, PT Elnusa Petrofin terus memantapkan langkahnya sebagai mitra strategis Pertamina Group dalam menjaga ketahanan energi nasional yang andal, aman, dan berkelanjutan.
(GRD)














