MOJOKERTO – Komando Resor Militer (Korem) 082/CPYJ “Bumi Pancasila” kian memantapkan posisinya sebagai korem terdepan dalam pengawalan ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur Selatan. Di bawah komando Kolonel Inf Batara Alex Bulo, tagline Sahabat Prajurit, Sahabat Masyarakat” tidak sekadar slogan. Ia mewujud dalam gerakan masif bertajuk “Babinsa Pengawal Pangan.
Ada empat potret pengabdian Danrem Batara Alex Bulo yang menegaskan komitmen tersebut.
1. Senyum untuk Rakyat, Karya untuk Negeri
Langkah awal yang paling mencolok adalah kedekatan emosional. Saat menyerahkan bantuan sosial bersama Ibu-ibu Persit KCK Koorcab Rem 082, Danrem Batara hadir dengan senyuman sejuk di hadapan warga dan para santri. Kehadiran langsung pimpinan korem ke tengah masyarakat menjadi bukti bahwa TNI tidak berjarak. Baginya, kepedulian sosial adalah fondasi kokoh bagi ketahanan pangan yang berkelanjutan.
2. Kepemimpinan Berganti, Semangat Mengabdi Tetap Sama
Kesinambungan komando menjadi kunci. Saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dandim 0809/Kediri, Danrem Batara memastikan tidak ada jeda pengabdian. Soliditas seluruh satuan jajaran Korem 082/CPYJ dijaga ketat agar roda pengawalan pangan dan stabilitas wilayah terus berputar tanpa hambatan.
3. Komando adalah Amanah
Momen penerimaan tongkat komando disikapi sebagai simbol amanah besar: menjaga stabilitas, memastikan lumbung pangan Jatim Selatan tetap surplus, dan mengawal ideologi Pancasila. Amanah itu dijalankan Danrem Batara dengan wibawa dan tanggung jawab penuh, demi rakyat, bangsa, dan negara.
4. Detail Kecil, Dampak Besar
Setiap tanda tangan Danrem Batara pada berita acara dimaknai sebagai komitmen terhadap detail. Sebab, dari ketelitian kebijakan-kebijakan kecil, lahir kebijakan besar yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani, stabilitas harga pangan, hingga kedaulatan pangan nasional.
Program unggulan “Babinsa Pengawal Pangan” menjadi napas utama pengabdian Korem 082. Seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) digerakkan turun langsung ke sawah. Mereka mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan, penanaman padi, jagung, dan cabai, hingga masa panen serta penggunaan alat mesin pertanian (alsintan).
Korem 082 juga menjadi motor “Gerakan Tanam Serentak” yang menggandeng Pemerintah Daerah, Dinas Pertanian, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hingga Bulog.
Kolaborasi ini membuahkan hasil nyata: Jawa Timur Selatan tetap kokoh sebagai lumbung pangan nasional, inflasi pangan berhasil dikendalikan, dan para petani di “Bumi Pancasila” kian sejahtera.
Program ini selaras dengan visi Asta Cita yang dicanangkan pemerintah, khususnya pada poin “Swasembada pangan dan ekonomi kerakyatan” .
Di penghujung amatan, Kolonel Inf Batara Alex Bulo menegaskan filosofi pengabdiannya, “TNI hadir bukan hanya menjaga batas negara. TNI hadir menjaga perut rakyat agar tidak lapar, dan menjaga akal-budi bangsa agar tidak tersesat.”














