Jemput Bola Demi Pemilih Pemula, Disdukcapil Natuna Gelar Perekaman KTP el di SMAN 1 Bunguran Timur Laut

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Natuna
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Natuna

NATUNA – Menyasar generasi muda dan pemilih pemula, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Natuna menggelar perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) massal di SMAN 1 Bunguran Timur Laut, Senin (25/5).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata inovasi DJ Giselah (Dukcapil Jelita Pergi Ke Sekolah) untuk meningkatkan tertib administrasi kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Natuna, H. Ilham Kauli, S.Sos., M.Si., turun langsung memimpin kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, kandidat doktor ini menegaskan bahwa kebijakan ini hadir untuk memangkas birokrasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelajar yang baru menginjak usia wajib KTP.

“Ini adalah komitmen kami menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Kita jemput bola agar anak-anak kita yang sudah berusia 16 dan 17 tahun tidak perlu repot ke kantor. Begitu genap 17 tahun, KTP-el sudah bisa langsung dicetak dan diberikan,” ujar Ilham Kauli di sela-sela kegiatan.

Kolaborasi Strategis Disdukcapil dan Bank Mandiri
Kolaborasi Strategis Disdukcapil dan Bank Mandiri

Tak hanya perekaman KTP-el, program DJ Giselah kali ini hadir lebih istimewa berkat kolaborasi dengan Bank Mandiri Cabang Natuna.

Para siswa yang telah melakukan perekaman data langsung difasilitasi untuk membuka rekening tabungan. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun budaya sadar administrasi dan inklusi keuangan sejak dini.

Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Camat Bunguran Timur Laut beserta staf, serta Kepala SMAN 1 Bunguran Timur Laut dan jajaran majelis guru.

Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan pihak sekolah dalam mensukseskan program kependudukan.

Ilham Kauli menambahkan, percepatan perekaman ini sangat krusial menjelang tahun politik dan pemutakhiran data pemilih.

“Meskipun perekaman sudah bisa dilakukan sejak usia 16 tahun, pencetakan fisik KTP-el tetap menunggu usia genap 17 tahun. Dengan cara ini, kita memastikan tidak ada lagi pemilih pemula di Natuna yang kehilangan hak pilihnya akibat tidak memiliki identitas,” jelasnya.

Kegiatan di SMAN 1 Bunguran Timur Laut ini disambut antusias oleh para siswa/i. Proses perekaman berjalan tertib dan lancar.

Program inovasi DJ Giselah sendiri dijadwalkan akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Natuna demi mewujudkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan 100% bagi generasi muda.

(GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *