NATUNA– Dalam upaya mempertajam respons darurat di wilayah perbatasan, Batalyon Komposit 1/Gardapati bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Natuna sukses menggelar latihan gabungan penanggulangan bencana dan kebakaran. Latihan berskala penuh ini digelar di Komplek Perumahan Pemda, Kecamatan Bunguran Timur, pada Rabu (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta) di mana soliditas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjamin keselamatan publik.
Dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Komposit 1/Gardapati, Letkol Inf Muchamad Ricky Prawiratama, latihan ini melibatkan puluhan personel gabungan beserta armada lengkap. Skenario yang disimulasikan didesain sangat realistis dan kontekstual dengan karakteristik geografis Natuna yang rentan terhadap cuaca panas ekstrem dan angin kencang.
Latihan tersebut meliputi tiga tahapan krusial: pemadaman kebakaran lahan dan bangunan, teknik evakuasi korban terjebak, serta prosedur penanganan medis darurat pasca-kebakaran. Masing-masing tahapan dijalankan menggunakan peralatan pemadaman mutakhir dan kendaraan rescue khusus.
Pantauan di lapangan, sirine meraung dan personel gabungan langsung bergerak cepat begitu skenario kebakaran diaktifkan. Tim pemadam dari Damkar melakukan pemadaman dari sisi luar, sementara tim reaksi cepat Gardapati menerobos masuk untuk mengevakuasi korban.
“Kami tidak hanya melatih kecepatan fisik, tetapi juga kecepatan koordinasi dan komunikasi. Latihan ini menyimulasikan situasi nyata di mana TNI dan Damkar harus bergerak dalam satu komando, bukan sendiri-sendiri,” tegas Letkol Inf Ricky di sela-sela evaluasi kegiatan.
Letkol Inf Muchamad Ricky Prawiratama menekankan bahwa ancaman non-militer seperti bencana kebakaran membutuhkan penanganan militer yang terukur dan humanis. Ia menyebut sinergi ini adalah wujud konkret kemanunggalan TNI dengan instansi sipil.
“Setiap detik sangat berharga saat bencana terjadi. Melalui latihan ini, kami memastikan tidak ada ego sektoral. Kami paham tugas masing-masing dan bekerja sebagai satu kesatuan yang solid. Inilah esensi pertahanan semesta; rakyat dan TNI bersatu padu menghadapi ancaman,” ujarnya menambahkan.
Seluruh rangkaian latihan dilaporkan berjalan lancar, aman, dan berhasil mencapai target waktu yang ditetapkan. Tidak hanya aksi lapangan, kegiatan ini ditutup dengan sesi evaluasi terintegrasi untuk menyempurnakan Standard Operating Procedure (SOP) di masa depan.
Dengan latihan ini, Batalyon Komposit 1/Gardapati dan Damkar Natuna berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi latihan bersama. Tujuannya satu: menghadirkan respons yang semakin cepat, tepat, dan profesional demi perlindungan maksimal bagi masyarakat Kabupaten Natuna.
(Hms)














