SEMARANG — Mengimplementasikan visi strategis Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah secara resmi melepas keberangkatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Karimunjawa 2026.
Upacara pelepasan berlangsung khidmat di Dermaga Samudra 2 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (8/5/2026).
KRI HIU-634, kapal perang Republik Indonesia yang dikomandani Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro, didapuk sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan ekonomi ini. Kehadiran KRI HIU-634 menjadi simbol bahwa TNI AL tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan teritorial, tetapi juga turut mengawal kedaulatan ekonomi bangsa.
Komandan Lanal Semarang, Kolonel Marinir Sabprowanto, S.H., M.Sc., saat membacakan amanat Asisten Operasi Kasal menegaskan bahwa misi ini selaras dengan doktrin kepemimpinan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
“Kedua institusi ini memiliki titik temu yang sama: menjaga kedaulatan NKRI dan mendukung pembangunan nasional. Ini adalah pengejawantahan perintah Bapak Kasal agar TNI AL hadir dan memberikan manfaat nyata. Melalui KRI HIU-634, kita pastikan Rupiah menjadi tuan rumah tunggal yang berdaulat di seluruh wilayah Indonesia, hingga ke pulau-pulau terjauh sekalipun,” tegas Kolonel Sabprowanto.
Ekspedisi ini menjadi perjalanan ERB mandiri kedua di tahun 2026. KRI HIU-634 akan menempuh rute sejauh 211 mil laut menyusuri wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di perairan Jawa Tengah, meliputi Pulau Karimunjawa, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting.
Selain membawa kas keliling untuk mendistribusikan uang layak edar, tim ekspedisi juga membawa misi literasi digital. Personel gabungan akan mengedukasi masyarakat pulau mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai QRIS.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Nugroho, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan TNI AL.
“Ini adalah wujud nyata sinergi yang kuat antara otoritas moneter dan TNI AL. Kami berharap kehadiran kapal perang ini tidak hanya membawa akses keuangan, tetapi juga rasa aman dan bangga bagi masyarakat di kepulauan,” ujarnya.
Pelepasan tersebut turut dihadiri oleh Forkopimda Jawa Tengah, di antaranya Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng Drs. Johan Hadiyanto, M.Si. (mewakili Gubernur), Dandim 0733/KS Kolonel Infanteri Priyo Handoyo, serta Kepala OJK Jateng Taufik.
Acara puncak ditandai dengan pelepasan tali tambat oleh para pejabat. Suara klakson kapal dan penghormatan dari seluruh prajurit mengiringi KRI HIU-634 yang perlahan meninggalkan Dermaga Samudra 2.
Kapal perang ini membawa misi mulia: menjaga kedaulatan Rupiah dan menghadirkan negara di setiap inci wilayah perairan Indonesia.
(Gas/pen)














