PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Selain Mitos Gajah Mina Ternyata Spesies Primata Kekah dan Lutung Ada di Natuna

Mencerdaskan & Memuliakan - Maret 23, 2021
Selain Mitos Gajah Mina Ternyata Spesies Primata Kekah dan Lutung Ada di Natuna
foto ist - (Foto Istimewa/ Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com

GURINDAM.ID- Tidak hanya penemuan Ikan Besar Diduga Gajah Mina terdampar di perairan Natuna Utara baru baru ini. Ternyata Natuna juga memiliki satwa jenis hewan berkaki Dua yaitu Lutung atau dalam bahasa lain disebut Langgur merupakan kelompok monyet Dunia Lama yang membentuk genus Trachypithecus.

Secara garis besar, lutung tersebar di dua wilayah: Asia Tenggara, India barat daya, Tiongkok selatan, Kalimantan, Bali, India selatan dan Sri Lanka.

Lutung primata endemis yang berbadan langsing, berekor panjang dan terlihat menggemaskan tersebut diketahui keberadaannya di Kecamatan Serasan, Natuna, Provinsi Kepri.

Menurut keterangan salah seorang tokoh masyarakat Serasan, Ahim (50), Lutung kerap menampakkan diri pada saat setelah hujan, bergelayutan dan melompat dari pohon ke pohon ditengah pemukiman warga.

“Warga di sana kerap lihat penampakan Lutung mencari makan pada siang hari, sangat jinak, tidak jarang kami melihat dia bergelayutan di pohon,” ujar Ahim, di Ranai, (23/3/2021).

Keberadaan Lutung di Kecamatan Serasan semakin menguat ketika diakui kembali oleh Aryandi, Kepala Desa Payak, Kecamatan Serasan.

Menurut Aryandi, Lutung Serasan kerap merusak dan memakan tanaman warga. Meski demikian diakuinya warga tidak pernah mencoba untuk membunuh atau menangkap satwa liar tersebut.

“Masyarakat sadar hewan tersebut sudah tergolong langka, jadi tidak ada masyarakat yang menangkap apa lagi membunuhnya,” terang Aryandi.

Aryandi berharap, keberadaan Lutung di Kecamatan Serasan dapat menjadi perhatian dari Pemerintah agar kelestariannya tetap terjaga.

“Ini bisa menarik perhatian wisatawan jika benar-benar di perhatikan Pemerintah, dan masuk dalam icon Kecamatan Serasan,” pungkasnya.

Kekah Natuna

Kekah Natuna

Selain Hewan satwa Lutung hidup di Alam Natuna, dimana negeri terluar Indonesia itu yang memiliki luas wilayah 264.198,37 km2 dengan luas daratan 2.001,30 km2dan lautan 262.197,07 km2. Ranai sebagai Ibukota Kabupaten Natuna.

Baca Juga  Cegah Omicron, Pemda Anambas Gencarkan Vaksinasi

Ada hewan Kekah atau surili Pulau Natuna adalah sebuah spesies primata dari famili Cercopithecidae.

Primata ini merupakan hewan endemik di Pulau Natuna Besar, Indonesia.

Kekah natuna dipisahkan dari monyet kokah dan menjadi spesiesnya sendiri berdasarkan penelitian primatolog Colin Groves pada tahun 2001.

Pada bagian wajah terdapat bulatan hitam yang mengelilingi bagian mata. Sehingga bila diperhatikan seperti memakai kacamata hitam.

Wajah kekah sangat lucu dan imut. Uniknya, ada yang berpendapat bahwa Kekah tidak bisa dibawa keluar dari Pulau Natuna. Sebab, usia Kekah tidak bertahan lama.

Tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boy Wijanarko mengaku pihaknya belum melakukan pendataan terkait keberadaan jumlah populasinya di Serasan.

Namun Ia menegaskan, masyarakat dilarang membunuhnya karena merupakan salah satu jenis monyet khas Indonesia yang dilindungi, dan populasinya mulai langka sehingga terancam punah.

“Memang dulu permintaan dari Kades di sana untuk memusnahkan karena sering menggangu tanaman warga, tetapi saya tegaskan hewan itu tidak boleh dibunuh karena sudah dilindungi UU,” ucap Boy.

Dilansir dari Wikipedia, Lutung memiliki warna bulu tubuhnya berlainan tergantung spesiesnya mulai dari hitam dan kelabu, hingga kuning emas.

Jika dibandingkan dengan kakinya, tangan lutung terbilang pendek, dengan telapak yang tidak berbulu.

Ukuran lutung berkisar antara 40-80 cm, dengan berat 5-15 kg; pejantan berbadan lebih besar dari pada betinanya.

Lutung hidup di hutan, terutama hutan hujan. Sehari-hari bergelayutan dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, lutung termasuk hewan siang dan sangat aktif pada pagi dan sore hari.

Hewan ini hidup bergerombol antara 5-20-an yang dipimpin oleh seekor jantan. Suara pejantan ini sangat nyaring, ditujukan terutama untuk mengingatkan agar kelompok lain tidak memasuki wilayahnya.

Baca Juga  Jokowi: Perkuat Kesatuan dan sentralitas ASEAN

Lutung diketahui termasuk hewan herbivora yang terutama makan dedaunan, buah-buahan, dan kuncup bunga. Bahan makanan yang cenderung keras ini bisa dicerna, karena lutung memiliki empat kamar pada lambungnya.

Biasanya, lutung beranak satu, dengan masa hamil tujuh bulan. Salah satu hal yang menarik dari monyet ini adalah anaknya yang berbulu keemasan, dan dipelihara oleh seluruh betina dalam kelompok.

Seiring dengan bertambahnya umur, warna keemasan pada rambutnya ini akan semakin pudar berganti gelap hingga akhirnya mencapai dewasa pada umur 4-5 tahun. (Rio).

Video Satwa Laut Natuna Utara

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 8 6 5 9 2
Users Today : 3
Users Yesterday : 32
Users Last 7 days : 643
Users Last 30 days : 1905
Users This Month : 951
Users This Year : 19100
Total Users : 86592
Views Today : 5
Views Yesterday : 79
Views Last 7 days : 969
Views Last 30 days : 3045
Views This Month : 1395
Views This Year : 28117
Total views : 141820
Who's Online : 0
Your IP Address : 3.238.204.167
Server Time : 2022-08-13
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya