Kasal Muhammad Ali Bekali Peserta P4N Lemhannas RI Wawasan Maritim dan Sistem Pertahanan Semesta

KASAL bersama Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.
KASAL bersama Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.

JAKARTA,— Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memberikan kuliah umum kepada peserta Penyelenggaraan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX Tahun 2026 Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas RI). Kegiatan tersebut berlangsung di Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Dalam kuliah umum itu, Kasal menegaskan bahwa TNI AL memiliki peran strategis sebagai komponen pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksi nasional di wilayah perairan Indonesia.

“TNI AL menjalankan fungsi pertahanan OMP dan OMSP serta naval diplomacy untuk menjaga stabilitas serta keamanan maritim. Pelaksanaan tugas seperti sea control, sea denial, dan maritime security memerlukan sinergi erat dengan TNI AD, TNI AU, serta seluruh pemangku kepentingan dalam kerangka Sistem Pertahanan Semesta guna mewujudkan pengelolaan laut yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Kasal.

Menurut Kasal, sinergi lintas matra dan kementerian/lembaga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengelolaan wilayah laut Indonesia dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan mampu mendukung kepentingan nasional.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari pembekalan bagi para calon pimpinan nasional agar memiliki pemahaman menyeluruh mengenai dimensi maritim dalam ketahanan nasional. Peserta P4N LXX TA 2026 Lemhannas RI seluruhnya berjumlah 110 orang, terdiri dari TNI AD 25 orang, TNI AL 17 orang, TNI AU 12 orang, POLRI 31 orang, Kementerian 10 orang, LPNK 8 orang, Lembaga Negara 4 orang, serta masing-masing 1 orang mewakili Pemerintah Provinsi, Lembaga Pendidikan, dan Organisasi Masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia serta mampu mengintegrasikan perspektif pertahanan laut dalam perumusan kebijakan nasional ke depan

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *