Kasal Muhammad Ali Apresiasi Gelar Doktor Yayan Sofiyan: Ilmu Harus Digunakan Secara Konkret dalam Kedinasan

Sebelah kiri, Laksda TNI Dr. Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., M.Tr. Opsla
Sebelah kiri, Laksda TNI Dr. Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., M.Tr. Opsla

SURABAYA – Wisuda ke-264 Universitas Airlangga (Unair) periode Oktober 2026 berlangsung istimewa. Salah satu momen paling mencuri perhatian adalah ketika Laksda TNI Dr. Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., M.Tr. Opsla  yang saat ini menjabat sebagai Asops Kasal  ditunjuk menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan.

Pencapaiannya sebagai lulusan terbaik S3 Pascasarjana Fakultas Sumber Daya Manusia dengan predikat Cumlaude mendapat apresiasi langsung dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Kasal Muhammad Ali menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Ia berpesan agar ilmu dan pengetahuan yang diraih seorang perwira digunakan secara konkret dalam kedinasan.

“Terima kasih, Pak Yayan. Semoga ilmunya bermanfaat dan berkah, terutama untuk organisasi TNI Angkatan Laut,” ujar Kasal dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal).

Lebih lanjut, Kasal menegaskan bahwa pencapaian ini harus menjadi teladan dan inspirasi bagi seluruh prajurit. Ia menegaskan TNI AL akan terus membuka pintu bagi prajurit terbaik untuk menempuh pendidikan formal, baik di dalam maupun luar negeri.

“Hal ini juga dapat menjadi teladan bagi para senior di bawahnya untuk mengejar pendidikan di jenjang apa pun – S1, S2, S3, bahkan S4 dan S5 jika ada, silakan,” tambahnya.

Yayan Sofiyan berhasil menuntaskan program doktoralnya dengan IPK 3,95 dan predikat Cumlaude dalam waktu hanya 2 tahun 6 bulan 30 hari. Ia tercatat sebagai lulusan doktor ke-156 dari program tersebut, dengan disertasi berjudul “Kapabilitas Dinamis TNI AL di Era Digital: Pendekatan Cross Level”.

Prestasi ini semakin istimewa karena ia berhasil menyelesaikannya sembari menjabat sebagai Asops Kasal salah satu posisi strategis di jajaran komando operasi TNI AL. Hal ini menegaskan sosoknya sebagai perwira yang mampu menyeimbangkan tuntutan operasional dan akademik.

Dalam sambutannya mewakili para wisudawan, Yayan Sofiyan menyampaikan refleksi mendalam tentang pengabdiannya sebagai perwira TNI AL. Ia mengaku sebagian besar pengabdiannya telah menyaksikan langsung betapa istimewanya Indonesia dengan segala keunggulan geografis dan sumber daya alam yang melimpah.

Pengalaman penugasan dalam berbagai misi internasional termasuk sebagai Dansatgas penyeberangan KRI Bung Tomo, misi UNIFIL, serta misi diplomasi melalui Navy to Navy Talk dengan sejumlah Angkatan Laut kuat di kawasan Asia maupun global semakin meyakinkannya bahwa Indonesia memiliki keunggulan luar biasa.

“Hal tersebut menjadi pesona sejumlah bangsa datang ke Indonesia untuk mendapatkan sumber daya alam sejak era kolonialisme dan imperialisme sampai saat ini. Indonesia merdeka bukan hadiah dari siapa pun, tapi direbut dengan perjuangan panjang mengorbankan jiwa, raga, dan harta para pejuang dan pahlawan kusuma bangsa,” tegasnya.

Kepada para wisudawan, Yayan berpesan agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dimanfaatkan untuk membangun Indonesia. Ia menekankan bahwa perjuangan tidak berhenti setelah wisuda.

“Modal intelektualitas saja tidak cukup. Diperlukan intelektualitas patriotik untuk bersama-sama membangun Indonesia meraih kejayaan dan kemakmuran rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan jasa-jasa orang tua yang selalu berjuang dan mendoakan demi meraih cita-cita menjadi sarjana.

Gelar doktor Yayan Sofiyan bukan sekadar pencapaian pribadi. Disertasinya yang mengkaji kapabilitas dinamis TNI AL di era digital – mencakup kapabilitas AI, infrastruktur TI, dan kepemimpinan transformasional – menyasar langsung tantangan organisasi TNI AL di tengah disrupsi teknologi. Studi tersebut melibatkan 2.270 responden dari 54 satuan kerja TNI AL.

Kasal Muhammad Ali berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara konkret dalam memperkuat kapabilitas organisasi, manajemen pertahanan, dan profesionalisme prajurit di era disrupsi digital.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *