PONTIANAK — Aksi cepat tanggap prajurit TNI Angkatan Laut kembali dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Di tengah krisis air bersih akibat dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII bersama Pemerintah Kota Pontianak kembali menyalurkan bantuan 8.000 liter air bersih bagi warga di Kelurahan Sungai Jawi Luar dan sekitarnya, Pontianak, Kalimantan Barat pekan ini.
Penyaluran yang dipusatkan di Mako Satrol Kodaeral XII ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AL dalam menghadirkan solusi bagi kesulitan masyarakat.
Hingga saat ini, Kodaeral XII tercatat telah melaksanakan 46 kali operasi penyuplaian air bersih dengan total akumulasi bantuan mencapai 368.000 liter.
Komandan Kodaeral XII, Laksda TNI Sawa, menegaskan bahwa pendistribusian air bersih dilakukan secara masif dan menyeluruh. Jangkauannya tidak hanya terfokus di wilayah Kota Pontianak, tetapi juga merambah Kabupaten Kubu Raya, berbagai yayasan sosial, lembaga penyedia layanan publik, hingga sejumlah wilayah pesisir yang berada di bawah jajaran kerja Kodaeral XII.
“Melalui optimalisasi dan kesiapan sarana prasarana operasional truk tangki air tawar Kodaeral XII, aksi pendistribusian air bersih ini dipastikan akan terus berlanjut guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kerja Kodaeral XII dapat terpenuhi secara optimal di tengah krisis Karhutla yang melanda,” ujar Dankodaeral XII.
Aksi kemanusiaan ini sejalan dengan komitmen Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan pentingnya sinergitas TNI AL bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk hadir memberikan solusi atas permasalahan masyarakat, khususnya dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan dampak bencana alam.
Sinergi antara Kodaeral XII dan Pemkot Pontianak ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang mengedepankan kepentingan rakyat. Melalui semangat “Bina Satu, Siap Semua”, TNI AL terus memastikan kehadirannya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam situasi darurat bencana.
(Pen/GRD)














