JAKARTA– Derap langkah kecil penuh semangat memecah keheningan pagi di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Kamis (16/4).
Lebih dari ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tampak tak sabar menatap gagahnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 yang sandar megah di hadapan mereka.
Ini bukan sekadar karyawisata biasa, melainkan babak baru pembelajaran kontekstual yang menanamkan mimpi dan kebanggaan sebagai bangsa maritim.
Kolinlamil kembali membuka pintunya untuk publik dalam program wisata edukasi unggulan. Kali ini, antusiasme terpancar dari 174 siswa dan 22 guru Labs School Kaizen serta 250 siswa dan 19 pendamping MI Plus Fahmil Quran Depok.
Di sini, ruang kelas berpindah ke atas geladak kapal perang, buku pelajaran bertukar menjadi interaksi langsung dengan prajurit jaga, dan teori tentang laut berubah wujud menjadi pengalaman membara yang sulit dilupakan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Laut, khususnya Kolinlamil, dalam mendekatkan diri serta menanamkan wawasan kemaritiman kepada generasi penerus bangsa.
Dalam suasana yang tertib namun ceria, para siswa berkesempatan mengeksplorasi KRI Banda Aceh-593, sebuah kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) kebanggaan produksi dalam negeri buatan PT PAL.
Momen ketika mereka menatap langsung dari dekat kapal perang tersebut sontak memicu decak kagum dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Raut wajah polos mereka berbinar saat mendengar penjelasan prajurit mengenai fungsi vital kapal dalam menjaga kedaulatan dan mendistribusikan logistik ke seluruh pelosok negeri.
Lebih dari sekadar tur, interaksi hangat antara prajurit dan para siswa menjadi daya tarik emosional tersendiri.
Anak-anak dengan polos melontarkan pertanyaan seputar kehidupan di atas kapal, tugas operasional, hingga pengabdian para tentara di lautan lepas.
Momen-momen humanis ini tidak hanya membangun kedekatan emosional antara TNI dan rakyat, tetapi juga secara halus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat bela negara sejak dini.
Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan ini sebagai sarana efektif untuk pembelajaran di luar kelas yang lebih membekas.
Melalui sentuhan edukasi yang humanis ini, Kolinlamil berharap dapat memupuk benih-benih kecintaan generasi muda terhadap dunia kemaritiman.
“Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap laut Indonesia. Dengan melihat langsung kapal perang dan berinteraksi dengan prajurit, kami berharap akan lahir generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki jiwa maritim yang kuat,” ungkap perwakilan Kolinlamil di sela kegiatan.
Rangkaian acara yang berlangsung khidmat dan penuh kegembiraan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Senyum merekah dari wajah para siswa dan guru seolah menjadi penegasan bahwa hari itu mereka tak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga kenangan indah dan pengalaman inspiratif dari para penjaga laut Nusantara. Join the Navy to See the World.
(PEN/GRD)













