Pertamina Patra Niaga Gandeng TNI AL Pushidrosal Amankan Aset Bawah Laut Lewat Peta Navigasi Digital

Pushidrosal
Pushidrosal

JAKARTA – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) resmi memperkuat sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga. Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama pengamanan infrastruktur energi vital yang berada di bawah perairan Indonesia, bertempat di Markas Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (16/4).

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menjamin keamanan dan keselamatan navigasi di sekitar instalasi pipa dan fasilitas Pertamina, sekaligus melindungi ekosistem laut dari potensi insiden.

Audiensi ini dipimpin langsung oleh Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Adityawarman.

Dalam pemaparan teknis yang disampaikan Kepala Dinas Pemetaan (Kadispeta) Pushidrosal, Kolonel Laut (KH) Moh. Qisti Amarona, sorotan utama diarahkan pada urgensi pembaruan Peta Laut Indonesia (PLI) khususnya di kawasan Teluk Balikpapan. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu jalur lalu lintas laut terpadat sekaligus pusat infrastruktur energi nasional.

Integrasi data antara data hidro-oseanografi milik TNI AL dan data infrastruktur milik Pertamina ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan kapal terhadap instalasi bawah air.

“Dengan dimasukkannya data instalasi ini ke dalam Peta Laut Indonesia yang selalu kami perbarui, kami menjamin aspek keselamatan pelayaran serta memberikan perlindungan maksimal terhadap lingkungan laut,” ujar Laksamana Madya Budi Purwanto dalam sambutannya.

Inisiatif ini bukan tanpa alasan. Kerja sama ini semakin krusial mengingat rekam jejak operasional di perairan Kalimantan Timur. Sejumlah sumber menyebut, pada tahun 2018 silam, insiden patahnya pipa bawah laut Pertamina di Teluk Balikpapan diduga kuat akibat aktivitas kapal yang membuang jangkar di area terlarang.

Saat itu, investigasi Pushidrosal mengungkap bahwa pipa tersebut telah bergeser hingga 117 meter akibat terseret benda keras. Meski data pipa telah tergambar di Electronic Navigational Chart (ENC), kesadaran penuh akan keselamatan navigasi tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.

BACA JUGA :  Endipat Wijaya: Wajah Baru Gerindra di Komisi I DPR, Suara Penjaga Aset Alam Kepri

Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa akurasi peta dan kepatuhan pelayaran adalah kunci pencegahan bencana.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Adityawarman, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Dengan data yang presisi dari Pushidrosal, kami dapat memastikan operasional fasilitas bahan bakar dan infrastruktur di laut berjalan aman dan efisien,” tegas Taufik.

Ke depan, setiap proyek vital Pertamina Patra Niaga yang bersentuhan dengan area maritim akan diselaraskan dengan standar Pushidrosal.

Dengan pembaruan data secara berkala, setiap kapal yang melintas wajib menghindari area kritis, sehingga risiko kebocoran pipa, tumpahan minyak, atau kerusakan fasilitas negara dapat ditekan hingga titik nol.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *