Kepri – KRI Silas Papare-386 melaksanakan pelayaran operasi rutin di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Laut Utara Tanjung Datok, dalam rangka Operasi Beladau Sakti-26 di bawah Kendali Taktis (Kodaltis) Guspurla Koarmada I. Pelayaran ini menjadi bagian dari tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan kedaulatan perairan Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan.
Dalam pelaksanaannya, seluruh prajurit KRI Silas Papare-386 senantiasa mengedepankan profesionalisme dan kesiapsiagaan melalui kegiatan patroli serta pengawasan laut guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman dan aktivitas ilegal di wilayah perbatasan.
Kehadiran KRI Silas Papare-386 di perairan Laut Utara Tanjung Datok menjadi bukti nyata pengabdian prajurit Jalasena dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menciptakan situasi perairan yang aman dan kondusif.
Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Laut Utara Tanjung Datok memiliki nilai strategis tersendiri bagi kedaulatan maritim Indonesia. Melalui Operasi Beladau Sakti-26, TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus hadir di garis terdepan pertahanan negara, memastikan setiap jengkal perairan Indonesia terjaga dari berbagai bentuk pelanggaran dan ancaman.
Dengan semangat pengabdian yang tinggi, KRI Silas Papare-386 beserta seluruh prajuritnya terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan laut, mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia, serta memperkokoh kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan.
Sebagaimana printah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) saat ini dijabat oleh Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menegaskan bahwa pengamanan di Laut Natuna Utara terus dijaga ketat untuk menegakkan kedaulatan dan hukum di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
(Pen1/GRD)














