TANJUNGPINANG, KEPRI – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepri membuka ruang kolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri untuk memperluas publikasi berbagai program dan kegiatan adat Melayu agar lebih dikenal masyarakat. Kesepahaman ini terjalin dalam audiensi antara kedua lembaga di Tanjungpinang, Kamis (10/9).
Ketua AMSI Kepri, Jailani, mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya menawarkan sejumlah program yang dapat menjadi pintu masuk untuk berkolaborasi dengan LAM Kepri.
“LAM Kepri sangat terbuka untuk menjalani kerja sama dan ke depannya akan diperkuat dengan MoU,” kata Jailani.
Menurut Jailani, kolaborasi ini menjadi bentuk penghormatan bagi AMSI Kepri dalam hal menjaga adat Melayu di Provinsi Kepri. Terlebih, selama ini LAM kerap dianggap sekadar lembaga pemberi gelar adat Melayu.
“Kegiatan-kegiatan mereka juga jarang terekspos, sehingga kita bisa menjadi wadah untuk menyampaikan program mereka,” tambahnya.
Melalui kerja sama ini, AMSI Kepri dapat memberikan wadah bagi LAM Kepri untuk menyampaikan program-program hingga tugas yang selama ini belum diketahui publik secara luas.
Sementara itu, Ketua LAM Kepri, Dato’ Wira Setia Laksana H. Raja Al Hafiz, menyampaikan banyak masukan dan kebutuhan masyarakat yang perlu menjadi pemikiran bersama. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk AMSI Kepri.
Ia menekankan bahwa program-program LAM perlu disampaikan secara luas kepada masyarakat agar keberadaan lembaga ini tidak hanya dipandang dari kegiatan adat yang bersifat seremonial, tetapi juga memiliki program yang memberikan manfaat langsung.
Salah satu program yang tengah menjadi pembahasan adalah peluang kerja sama dengan rumah sakit di Johor, Malaysia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kepri yang membutuhkan layanan kesehatan di Johor.
“Andaikan masyarakat Kepri mau berobat, rekomendasi dari LAM akan dapat potongan,” pungkasnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AMSI Kepri dan LAM Kepri. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara media dan lembaga adat dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kepri, sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya Melayu ke ruang publik yang lebih luas.
(Rl/GRD)














