JAKARTA – Suasana di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPR/MPR mendadak hening, lalu bergetar oleh satu kata yang terucap serentak: “Setuju” Selasa siang itu, sejarah maritim Indonesia ditulis ulang.
Setelah hampir delapan dekade merdeka, Indonesia akhirnya akan memiliki kapal induk perang pertamanya. Rapat Paripurna DPR secara bulat menyetujui penerimaan hibah kapal induk legendaris ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia. Bukan sekadar besi tua, kapal ini adalah simbol harga diri maritim yang telah lama diimpikan.
Ketua DPR Puan Maharani memimpin langsung pengambilan keputusan bersejarah itu. Dengan wajah tenang namun penuh wibawa, ia melontarkan pertanyaan yang akan tercatat dalam arsip kenegaraan.
“Kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah 1 unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?”
“Setuju ” Jawaban kompak anggota dewan menggema. Tepuk tangan membahana. Di layar kaca, rakyat menyaksikan bagaimana wakil-wakil mereka mewujudkan mimpi besar menjaga kedaulatan lautan Nusantara.
Persetujuan ini adalah puncak dari perjuangan diplomasi pertahanan yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Nilai kapal yang mencapai EUR 54,02 juta atau setara Rp 1,1 triliun itu diberikan secara cuma-cuma oleh Pemerintah Italia. Sebuah angka yang fantastis, namun harga kehormatan dan kekuatan pertahanan maritim jauh lebih tak ternilai.
Dari Dermaga Eropa ke Jantung Nusantara
Sebelumnya, Komisi I DPR di bawah pimpinan Utut Adianto telah mengunci persetujuan dengan delapan fraksi bulat. Hanya dua catatan teknis untuk penguatan alutsista, tak lebih. Ini menandakan betapa mendesaknya modernisasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) di mata para wakil rakyat. “Ini bagian dari penguatan. Kita butuh lompatan besar,” tegas Utut.
Kapal induk yang telah berjaya di Armada Italia ini dijadwalkan mencium perairan Indonesia pada 20 September 2026. Ia akan menjadi elemen vital, sebuah pulau baja bergerak yang membentangkan sayap perlindungan dari Sabang sampai Merauke.
Di bawah komando Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal komando yang memperkokoh supremasi TNI AL.
Bagi banyak pihak, ini bukan sekadar penambahan alat utama sistem persenjataan. Ini adalah jawaban atas kerinduan emosional rakyat Indonesia akan pengakuan sebagai bangsa maritim yang besar.
Presiden Prabowo, sejak awal masa kepemimpinannya, terus berikhtiar membangun kekuatan pertahanan yang disegani. Hibah ini adalah bukti nyata kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia di bawah kepemimpinannya.
Dahulu, para pendiri bangsa bermimpi memiliki armada yang bisa menyatukan ribuan pulau dengan kekuatan. Hari ini, di Senayan, mimpi itu menemui takdirnya.
Giuseppe Garibaldi, dinamai dari pahlawan pemersatu Italia, kini akan menjadi pahlawan baru dalam narasi kebangkitan maritim Indonesia. Ia akan berlayar, mengibarkan Sang Merah Putih, menjawab bahwa lautan bukanlah pemisah, melainkan kedaulatan yang harus dijaga dengan baja terkuat dan hati paling berani.
(Gas/FER)














