Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: KASAL Laksamana Muhammad Ali Kerahkan KRI dan Pesud, 113 Korban Dievakuasi

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

BANJARMASIN, – Duka mendalam menyelimuti dunia pelayaran nasional. KM Virgo Transport 8 yang mengangkut ratusan orang mengalami musibah tenggelam di perairan Laut Jawa. Menyikapi insiden tersebut, Panglima Tertinggi Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, bergerak cepat dengan memerintahkan jajaran personel unsur laut dan udara TNI AL untuk menggelar operasi penyelamatan masif.

Perintah tersebut diwujudkan melalui pengerahan kekuatan tempur dan alutsista strategis guna mendukung Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang berlangsung pada Minggu (13/9). TNI Angkatan Laut tidak tinggal diam; mereka mengerahkan armada laut dan udara terbaiknya untuk menyisir lokasi kejadian.

Dalam operasi kemanusiaan yang berlangsung di titik pencarian tersebut, TNI AL mengerahkan kekuatan gabungan yang terdiri dari, Unsur Laut: KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, serta KAL Kumai II-13-51.

Unsur Udara: Pesawat CN-235 MPA P-8301, Helikopter AS 365 N3+, dan Helikopter Panther.

Unsur-unsur tersebut tidak bekerja sendiri. Mereka bersinergi secara terpadu dengan Kantor SAR Banjarmasin, KSOP, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi, Pelindo, dan Lanal Banjarmasin. Kolaborasi lintas sektoral ini menjadi kunci utama percepatan proses evakuasi korban.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, KM Virgo Transport 8 membawa total 240 orang, yang terdiri dari 210 penumpang dan 30 kru kapal. Hingga laporan ini diturunkan, upaya penyelamatan telah membuahkan hasil signifikan.

Sebanyak 113 korban telah berhasil dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Rincian evakuasi tersebut meliputi 107 orang dinyatakan selamat, sementara 6 orang dilaporkan meninggal dunia.

Proses pencarian terhadap korban lainnya yang belum ditemukan masih terus berlangsung intensif. Tim SAR gabungan mengoptimalkan penyisiran laut (surface search) serta didukung penuh oleh pemantauan udara (air surveillance) dari unsur TNI AL dan SAR gabungan guna memastikan tidak ada korban yang terlewat.

Operasi SAR berskala besar ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Pantauan langsung dilakukan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan, termasuk Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.

Komitmen TNI Angkatan Laut dalam tragedi ini ditegaskan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan tugas pokok TNI AL dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). TNI AL berjanji akan terus mengerahkan kemampuan terbaiknya hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *