KRI Hiu 634 Gandeng Bank Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa di Waiwerang dan Lamalera NTT

KRI Hiu-634 dari Koarmada II TNI AL bersama Bank Indonesia menyalurkan sembako dan layanan penukaran uang bagi korban gempa bumi di Waiwerang dan Lamalera, NTT
KRI Hiu-634 dari Koarmada II TNI AL bersama Bank Indonesia menyalurkan sembako dan layanan penukaran uang bagi korban gempa bumi di Waiwerang dan Lamalera, NTT

NTT – Dalam aksi nyata kepedulian terhadap penanganan bencana di Indonesia Timur, KRI Hiu-634 yang berada di bawah kendali Koarmada II TNI AL sukses melaksanakan misi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, kapal perang jenis cepat ini menjangkau daerah terpencil untuk memastikan bantuan logistik tepat sasaran.

Misi yang dilaksanakan pada 24 hingga 25 Agustus 2026 ini menyasar dua titik vital, yaitu kawasan Waiwerang dan Lamalera. Kedua wilayah tersebut merupakan daerah kepulauan yang cukup sulit dijangkau melalui transportasi darat akibat dampak gempa, sehingga kehadiran KRI Hiu-634 menjadi jembatan vital bagi distribusi bantuan.

Komandan KRI Hiu-634 menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini bukan sekadar seremonial. Bantuan yang didistribusikan berupa paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan warga selama masa pemulihan pascabencana.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan yang terdampak gempa tidak merasa sendirian. Mobilisasi menggunakan KRI Hiu-634 memungkinkan kami membawa logistik dalam jumlah besar menuju titik-titik yang akses jalannya rusak,” ujar Komandan KRI Hiu-634 dalam keterangan resminya.

Selain menyalurkan bantuan fisik, tim dari Bank Indonesia juga turut serta dalam misi ini dengan menggelar program Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mata uang yang beredar di masyarakat tetap layak edar pascabencana.

Bank Indonesia juga menyediakan layanan penukaran uang langsung kepada masyarakat setempat, membantu mereka yang mungkin memegang uang rusak atau lusuh akibat situasi darurat.

Menembus Keterbatasan Akses di Waiwerang dan Lamalera

Gempa bumi yang mengguncang NTT beberapa waktu lalu memang menimbulkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik. Oleh karena itu, keterlibatan unsur TNI AL sangat krusial. KRI Hiu-634, yang dikenal sebagai kapal patroli cepat, mampu bermanuver dan merapat di dermaga-dermaga kecil di Waiwerang dan Lamalera.

Proses bongkar muat bantuan berlangsung aman dan lancar. Sinergi antara prajurit TNI AL, pemerintah daerah setempat, dan relawan terlihat solid. Warga yang menerima bantuan tampak antusias, terutama dengan adanya layanan penukaran uang yang jarang mereka dapatkan di tengah keterbatasan pascabencana.

Aksi KRI Hiu-634 ini menegaskan kembali peran ganda TNI AL selain menjaga kedaulatan maritim, juga sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana (Disaster Response). Dengan dukungan alutsista berupa kapal perang, distribusi bantuan ke daerah terisolir seperti Lamalera dan Waiwerang dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT dan mempercepat proses pemulihan ekonomi mereka,” tambah perwira tersebut.

Ke depan, TNI AL Koarmada II berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di NTT dan siap mengerahkan kembali armadanya jika dibutuhkan dukungan logistik lanjutan.

(GAS/PEN2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *