JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, menghadiri Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Kehadiran orang nomor satu di TNI Angkatan Laut ini menjadi sorotan dalam forum strategis yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Humas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) serta Disrupsi Informasi.” Forum ini bertujuan membangun kesamaan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengelola komunikasi publik pemerintah di tengah gempuran arus informasi digital.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Djamari Chaniago, menekankan bahwa medan digital saat ini telah menjelma menjadi teritori strategis yang mampu membentuk opini publik, cara berpikir, hingga karakter masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa, termasuk institusi pertahanan seperti TNI Angkatan Laut, dituntut memiliki kapabilitas kuat dalam mengelola dan menangkal arus informasi yang menyesatkan.
“Disinformasi dan fitnah adalah ancaman non-militer yang nyata. Kita tidak hanya berperang di laut atau di darat, tetapi juga di ranah siber. Koordinasi humas pemerintah harus solid untuk menjaga kedaulatan informasi bangsa,” ujar Menkopolkam Djamari.
Kehadiran Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam forum ini merefleksikan komitmen TNI Angkatan Laut untuk tidak hanya fokus pada pertahanan maritim, tetapi juga turut serta dalam pertahanan siber dan keamanan informasi nasional. TNI AL menyadari bahwa stabilitas politik dan keamanan negara sangat dipengaruhi oleh kejernihan informasi yang beredar di masyarakat.
Forum Bakohumas ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara yang menangani komunikasi dan keamanan.
Tampak hadir mendampingi Menkopolkam, antara lain Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Wakil Menteri Koordinator Polkam (Wamenkopolkam) Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, serta Kepala Badan Komunikasi (Kabadan Komunikasi) Muhammad Qodari.
Dari sisi TNI AL, Kasal hadir didampingi langsung oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi. Sinergi antara TNI AL, khususnya Korps Marinir sebagai garda terdepan, dengan kementerian/lembaga lain dinilai krusial dalam membendung penyebaran konten negatif yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Forum ini menjadi momentum bagi TNI Angkatan Laut untuk terus meningkatkan kapasitas personel humasnya. Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) diharapkan mampu beradaptasi dengan kecepatan disrupsi informasi, memproduksi konten-konten positif, serta melakukan counter-narrative terhadap isu-isu yang berpotensi merugikan citra institusi dan negara.
Sebagai institusi yang menjaga kedaulatan maritim, TNI AL di bawah kepemimpinan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali terus berkomitmen untuk mengawal keutuhan NKRI, tidak hanya dari ancaman fisik di laut, tetapi juga dari ancaman perang informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.
(GRD/PEN)















Respon (1)