JAKARTA – TNI Angkatan Laut melalui KRI Hiu-634 menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 3,1 ton berupa sembako dan kebutuhan pendukung kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Riung, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan wujud sinergi antara TNI AL, Bank Indonesia, dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dalam mendukung percepatan penanganan bencana di wilayah tersebut.
Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan di bawah Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Koarmada II, sekaligus mendukung pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 yang digagas Bank Indonesia.
Kehadiran KRI Hiu-634 tidak hanya menjalankan tugas operasi, tetapi juga mengemban misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascagempa.
Penyaluran bantuan di Pulau Riung melibatkan kolaborasi erat antara TNI AL, Bank Indonesia, dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Sinergi lintas lembaga ini dinilai efektif dalam mempercepat distribusi bantuan hingga ke wilayah kepulauan yang sulit dijangkau transportasi darat.
“Kehadiran KRI Hiu-634 dalam kegiatan tersebut mencerminkan kesiapsiagaan TNI AL dalam melaksanakan tugas operasi sekaligus menjalankan misi kemanusiaan,” demikian keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) yang diterima di Jakarta, Kamis (21/8/2026).
Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pokok dan kebutuhan pendukung yang diprioritaskan bagi masyarakat terdampak gempa di Pulau Riung. Wilayah ini sebelumnya diguncang gempa bumi yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga.
Pelaksanaan misi kemanusiaan ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan agar seluruh jajaran TNI AL senantiasa hadir di tengah masyarakat dan membantu mengatasi kesulitan rakyat.
Kasal memerintahkan optimalisasi seluruh kemampuan yang dimiliki TNI AL—termasuk unsur kapal perang—untuk mendukung penanganan bencana dan misi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.
“Arahan Kasal sangat jelas, TNI AL harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam. KRI Hiu-634 adalah contoh bagaimana aset pertahanan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan,” ujar sumber di lingkungan TNI AL.
KRI Hiu-634 merupakan salah satu unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang berada di bawah kendali Koarmada II. Kapal ini memiliki kemampuan operasi di perairan dangkal dan kepulauan, menjadikannya platform ideal untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil seperti Pulau Riung yang memiliki akses transportasi terbatas.
Dalam operasi ini, KRI Hiu-634 tidak hanya berperan sebagai pengangkut bantuan logistik, tetapi juga sebagai sarana evakuasi dan dukungan medis apabila diperlukan. Kehadiran personel TNI AL di lokasi juga memberikan rasa aman dan semangat bagi masyarakat terdampak.
Selain misi kemanusiaan, KRI Hiu-634 turut mendukung pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 yang digagas Bank Indonesia. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi uang rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) Indonesia.
Sinergi antara TNI AL dan Bank Indonesia dalam ERB 2026 menunjukkan bagaimana aset pertahanan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program strategis nasional, termasuk inklusi keuangan dan kedaulatan rupiah di seluruh wilayah NKRI.
Misi kemanusiaan KRI Hiu-634 di Pulau Riung menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung sistem penanggulangan bencana nasional. Sebagai komponen utama pertahanan negara di laut, TNI AL memiliki kesiapsiagaan tinggi untuk dikerahkan dalam operasi militer selain perang (OMSP), termasuk bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana alam.
“TNI AL akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat sampai dengan cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutup pernyataan resmi Dispenal.
(Gas/pen)














