Bantuan Kemanusiaan Terus Berdatangan, TNI AL Kerahkan KRI Semarang 594 Angkut 150 Ton Logistik ke NTT

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

JAKARTA – Komitmen TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam penanganan darurat bencana kembali dibuktikan. Melalui Operasi Dukungan Penanggulangan Bencana Alam (Opsduk Gulbencal) TA 2026, TNI AL resmi memberangkatkan unsur kapal perang KRI Semarang-594 (KRI SMR-594) untuk mendistribusikan kurang lebih 150 ton bantuan darurat ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8).

Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) ini bertolak dari Dermaga Eks Presiden, Jakarta Utara, menuju Reo, NTT. Misi kemanusiaan ini merupakan respons cepat TNI AL untuk mempercepat penanganan pascagempa bumi yang melanda wilayah NTT, memastikan bantuan logistik dan kendaraan operasional tiba dengan selamat dan tepat sasaran.

Pelayaran kemanusiaan dengan rute Jakarta – Labuan Bajo – Reo – Jakarta ini membawa puluhan ton bantuan hasil kolaborasi strategis antara TNI AL, kementerian/lembaga pemerintah, yayasan sosial, serta para relawan kemanusiaan. Bantuan yang diangkut tidak hanya berupa sembako, tetapi juga perlengkapan pendukung mobilitas dan evakuasi darat.

Komandan KRI SMR-594, Letkol Laut (P) Eko Yudi Mardiyanto, menyatakan bahwa seluruh rangkaian persiapan teknis telah rampung dilaksanakan. Mulai dari embarkasi bahan bantuan, pengisian bahan bakar, perbekalan air tawar, hingga latihan Penyelamatan Embarkasi dan Kebakaran (PEK) guna menjamin keselamatan selama pelayaran.

“KRI SMR-594 siap bertolak menuju Reo, NTT untuk menjalankan misi mulia ini. Seluruh personel telah siap melaksanakan tugas penyaluran bantuan dengan penuh dedikasi,” tegas Letkol Eko.

KRI Semarang-594 mengangkut muatan yang sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban gempa. Berikut rincian bantuan yang dibawa, 1. Sarana Transportasi & Evakuasi Darat:

15 Unit Armada Truk (Terdiri dari 11 unit Fuso dan 4 unit CDD Bak) yang diisi ribuan koli paket sembako, beras, air mineral, mi instan, tenda regu/dome, perlengkapan bayi, obat-obatan, velbet, dan selimut.

1 Unit Mobil Ambulans dan 1 Unit Sepeda Motor untuk akselerasi evakuasi korban serta distribusi bantuan di medan yang sulit dijangkau kendaraan besar.

2. Bantuan Logistik & Kesehatan (Total ±12,2 Ton), 144.000 pcs susu kemasan.

20.000 pcs masker medis, 1.500 paket perlengkapan banjir dan 1.500 kelambu.

500 pcs terpal, Genset, tenda penampungan, kebutuhan balita, selimut, sarung, pakaian layak pakai, paket sembako, perlengkapan medis, serta makanan siap saji.

Langkah cepat pengiriman KRI Semarang-594 ini merupakan implementasi langsung dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali terkait Operasi Militer Selain Perang (OMSP). TNI AL menegaskan kehadirannya tidak hanya dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga dalam penanganan krisis kemanusiaan.

“Ini adalah wujud nyata komitmen TNI AL untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memberikan penanganan darurat bencana dan memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan dapat menjangkau seluruh kawasan terdampak,” ujar perwakilan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam keterangan resminya.

Dengan dukungan alutsista kapal perang yang mumpuni, TNI AL memastikan distribusi logistik dalam jumlah besar ke wilayah kepulauan seperti NTT dapat berjalan lebih efisien, cepat, dan terintegrasi, melewati potensi kendala transportasi darat atau cuaca.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *