NATUNA – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Raden Sadjad (RSA) Natuna kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kali ini, PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Lanud RSA sukses memanen sayuran sawi pakcoy dari kebun hidroponik sederhana di lingkungan pangkalan.
Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I, Ny. Marni Onesmus Pasaribu, pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area ketahanan pangan hidroponik PIA AG Cab.9/D.I Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan terbatas dengan metode budidaya tanpa tanah mampu menghasilkan komoditas pangan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Danlanud RSA beserta rombongan meninjau langsung proses budidaya sebelum akhirnya melakukan pemanenan.
Kehadiran para pejabat utama dan ibu-ibu PIA Ardhya Garini di lingkungan Lanud RSA semakin menegaskan sinergi yang solid antara TNI AU dan organisasi istri prajurit dalam menggerakkan ekonomi dan kemandirian pangan.
Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Dansatrad 201 Ranai Letkol Lek Javonlin Nainggolan, S.M., M.I.Pol., beserta Ketua PIA AG Ranting 01-3 Satrad 201/K.II Daerah Koopsau Ranai, Ny. Marisa Javonlin.
Tampak pula Danskadron Udara 52 Letkol Pnb Lucky Candra Yudistira bersama Ketua Anak Ranting 002-01-9 Skadron Udara 52, Ny. Elok Luky Candra Y., serta Danyon Hanud 14 Pasgat Letkol Pas Erwan Hidayat, S.IP., M.Tr.MIL., bersama Ketua PIA AG Anak Ranting 003-01-3 Yon Hanud 14, Ny. Ririf Erwan.
Turut hadir pula Dansatpomau Lanud RSA Letkol Pom Herdi Mochammad Ramdhan bersama Ketua PIA AG Ranting 01-9/D.I Satpomau Lanud RSA, Ny. Riri Herdi, serta segenap pengurus PIA AG Cabang 9/D.I Lanud Raden Sadjad.
Panen sawi pakcoy ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari program berkelanjutan ketahanan pangan hidroponik yang dijalankan oleh PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Lanud RSA. Program ini dirancang untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar area pangkalan menjadi produktif.
Dengan sistem hidroponik, budidaya sawi pakcoy tidak membutuhkan lahan luas atau media tanah konvensional. Hal ini sangat relevan diterapkan di wilayah kepulauan seperti Natuna yang memiliki keterbatasan lahan pertanian subur.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari upaya kita bersama dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Dari lahan yang sederhana, kita bisa menghasilkan sayuran segar yang sehat untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga besar Lanud RSA,” ujar Danlanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi.
Hasil panen kali ini menunjukkan kualitas sawi pakcoy yang tumbuh subur dan segar. Sayuran hijau ini dikenal kaya akan vitamin dan mineral, serta menjadi salah satu komoditas sayuran favorit masyarakat Indonesia.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Lanud RSA tidak hanya sebagai garda terdepan pertahanan udara di wilayah Natuna, tetapi juga sebagai pionir gerakan kemandirian pangan di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Keberadaan kebun hidroponik di Lanud RSA menjadi contoh konkret bagaimana lahan terbatas di lingkungan militer dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Program ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) untuk mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya di satuan jajaran, termasuk melibatkan peran aktif PIA Ardhya Garini.
Dengan melibatkan para istri prajurit yang tergabung dalam PIA AG, program ini juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan. Mulai dari pembibitan, perawatan nutrisi, hingga panen, seluruh proses dilakukan secara mandiri oleh pengurus PIA AG dengan dukungan penuh dari satuan.
Ke depannya, Lanud RSA berencana mengembangkan variasi tanaman hidroponik lain seperti kangkung, selada, dan bayam. Hal ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar Natuna untuk mengembangkan budidaya serupa di pekarangan rumah masing-masing.
(Pen/GRD)














