Perkuat Diplomasi Maritim ASEAN, Kasal Laksamana Muhammad Ali Gelar Tiga Pertemuan Bilateral di Bangkok

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

BANGKOK, – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memanfaatkan momentum strategis 20th ASEAN Navy Chiefs’ Meeting (ANCM) 2026 untuk menggelar serangkaian pertemuan bilateral dengan tiga pimpinan angkatan laut negara sahabat di Bangkok, Thailand, Rabu (19/08/2026).

Langkah ini merupakan wujud nyata diplomasi TNI Angkatan Laut dalam membangun arsitektur keamanan maritim regional yang kokoh.

Dalam kunjungan tersebut, Laksamana Muhammad Ali bertemu langsung dengan Commander in Chief of Royal Thai Navy (RTN), Admiral Pairote Fuangchan; Chief of Navy of the Republic of Singapore Navy (RSN), Rear Admiral Sean Wat; serta Commander in Chief of the Vietnam People’s Navy (VPN), Vice Admiral Thràn Thanh Nghiém.

Agenda bilateral ini difokuskan pada penguatan kerja sama teknis, pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan intensitas operasi keamanan laut di kawasan Asia Tenggara.

Fokus Kerja Sama: Alutsista, Pendidikan, dan Patroli Kapal Selam

Setiap pertemuan menghasilkan diskusi yang spesifik dan terarah sesuai potensi masing-masing negara:

1. Penguatan Alutsista dan Pertahanan dengan Thailand

Dalam pertemuannya dengan jajaran Royal Thai Navy, Kasal menekankan pentingnya kolaborasi di bidang pertahanan dan keamanan maritim. Kedua belah pihak sepakat untuk saling berbagi pengalaman (lesson learned) dalam hal pengawakan dan perawatan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Kerja sama ini dinilai krusial untuk meningkatkan interoperabilitas armada kedua negara.

2. Peningkatan Kapasitas Personel dengan Singapura

Sementara itu, pembahasan bersama Republic of Singapore Navy difokuskan pada pengembangan kualitas manusia. TNI AL dan RSN sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas personel.

Hal ini sejalan dengan visi TNI AL untuk memiliki prajurit yang profesional dan adaptif terhadap teknologi perang modern.

3. Kerja Sama Kapal Selam dan Patroli ZEE dengan Vietnam

Momen paling signifikan terjadi dalam pertemuan dengan Vietnam People’s Navy. Kedua pimpinan angkatan laut membahas potensi kerja sama yang lebih dalam di bidang kapal selam—salah satu aset strategis pertahanan laut. Tidak hanya itu, kedua negara juga membahas rencana pelaksanaan patroli terkoordinasi di wilayah batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, yang bertujuan untuk memberantas pelanggaran hukum seperti illegal fishing dan menjaga kedaulatan wilayah perbatasan.

Rangkaian pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mengedepankan naval diplomacy sebagai instrumen vital. Melalui dialog dan kerja sama konkret, TNI Angkatan Laut berupaya membangun rasa saling percaya (Confidence Building Measures) antarnegara ASEAN.

“Pertemuan bilateral ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi untuk mempererat kemitraan dan memperkokoh keamanan maritim yang kondusif di kawasan,” tegas pernyataan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal).

Dengan adanya sinergi antara TNI AL, RTN, RSN, dan VPN, diharapkan tercipta stabilitas keamanan laut yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi biru dan menjamin keselamatan pelayaran di Asia Tenggara.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *