BIAK – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Biak Numfor tahun ini dipastikan akan menjadi momentum bersejarah. Pemerintah Daerah (Pemda) setempat resmi memusatkan seluruh rangkaian upacara di Pulau Numfor, menandai pertama kalinya pulau tersebut menjadi episentrum perayaan kemerdekaan.
Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, mengonfirmasi bahwa persiapan upacara telah memasuki tahap final. “Pemda dan panitia HUT RI tahun 2026 maupun institusi lainnya telah melakukan rapat koordinasi dan mendapat laporan bahwa kesiapan telah mencapai 80 persen untuk pelaksanaan upacara di Pulau Numfor,” ujar Bupati Markus, Jumat (7/8/2026).
Puncak perayaan tidak hanya sekadar seremoni, melainkan akan diwarnai oleh pencapaian monumental di sektor transportasi udara. Berkolaborasi dengan TNI Angkatan Udara, Pemda Biak Numfor akan menyaksikan pendaratan perdana dua unit pesawat CN 235 di Bandara Numfor tepat pada 17 Agustus 2026.
Bupati Markus menegaskan bahwa ini adalah hasil koordinasi intensif dengan Panglima Komando Daerah III TNI AU (Pangkodau III) dan Komandan Lanud Manuhua Biak.
“Ini akan menjadi sejarah tersendiri bagi Kabupaten Biak Numfor, khususnya masyarakat di Pulau Numfor. Dengan mendaratnya CN 235, kami akan terus intens mencari peluang bagi maskapai dengan tipe pesawat sejenis seperti ATR untuk melayani rute Pulau Numfor,” tambahnya optimis.
Kesiapan Teknis dan Dampak Ekonomi
Dukungan penuh disampaikan langsung oleh Pangkodau III, Marsekal Muda TNI Dr. Azhar Aditama Djojosugito. Ia memastikan dua pesawat dari Skuadron Udara 27 yang bermarkas di Biak siap dikerahkan untuk mendukung mobilisasi pasukan, peserta upacara, serta tamu undangan.
“Kondisi landasan di Numfor sangat proporsional, panjangnya cukup, dan kekerasan landasan mendukung. Tiga hari lalu kami sudah melakukan rangkaian persiapan di sana, mulai dari latihan approach hingga latihan pendaratan, sehingga pada hari H nanti dapat berjalan lancar,” jelas Marsda TNI Azhar Aditama.
Lebih dari sekadar seremoni, TNI AU melihat misi ini sebagai pengabdian untuk menggerakkan roda perekonomian lokal. “Jika landasan ini dihidupkan kembali, akan ada mobilisasi. Masyarakat Numfor akan merasakan efek positif seperti pola perdagangan. Ini sudah kami lakukan di daerah lain seperti mengangkut sayur mayur agar lebih segar dan efektif,” imbuh Pangkodau III.
Dengan semangat “Bekerja dalam Diam”, TNI AU dan Pemda Biak Numfor berharap perayaan HUT ke-81 RI ini membuka gerbang konektivitas baru bagi kesejahteraan masyarakat Pulau Numfor.
Sumber: RRI/GRD














