Pangkoarmada RI Pimpin Apel Gelar Kesiapan Matra Laut Latopsfib 2026: Drone Kamikaze hingga USV Siap Diuji

Latopsfib
Latopsfib

SURABAYA – Komando Armada (Koarmada) II menggelar Apel Gelar Kesiapan Matra Laut dalam rangka Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) pada Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026.

Dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, apel akbar ini menjadi pengecekan akhir kesiapan personel dan alutsista tercanggih TNI AL sebelum bertolak ke medan latihan di Dabo Singkep.

Bertempat di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Sabtu pagi, Pangkoarmada RI didampingi Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., menginspeksi ribuan prajurit dan puluhan unit kendaraan tempur.

Apel ini menegaskan keseriusan TNI Angkatan Laut dalam menyambut latihan gabungan terbesar yang akan dihelat pada 5 Agustus 2026 mendatang.

Dalam inspeksi tersebut, Pangkoarmada RI memeriksa kesiapan prajurit KRI jajaran Koarmada II serta Pasukan Gabungan elit yang terdiri dari prajurit Korps Marinir, Penyelam, Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Penerbang TNI AL.

Tak hanya personel, sejumlah alutsista strategis turut dipamerkan, antara lain kendaraan taktis dan sea rider Satkopaska, Tank Amfibi, Ambulans tempur, peralatan selam canggih, serta kendaraan tempur (Ranpur) Marinir.

“Latihan ini adalah simulasi peperangan yang sesungguhnya. Jangan pernah menganggap ini sebagai rutinitas. Setiap prajurit harus berlatih seolah akan menghadapi pertempuran nyata, karena kemenangan di medan operasi ditentukan oleh tingkat kesiapan, disiplin, dan profesionalisme, bukan semata-mata oleh kekuatan,” tegas Laksdya Denih Hendrata dalam amanatnya yang penuh semangat.

Latopsfib 2026 akan menjadi panggung uji coba teknologi mutakhir. Materi latihan mencakup Operasi Peranjauan, Renang Tempur, Infiltrasi dan Sabotase Bawah Laut dengan metode cast and recovery oleh Satkopaska, Operasi Siber, hingga Penembakan Senjata Khusus dan Artileri.

Puncaknya, latihan ini akan mengintegrasikan penggunaan Drone Kamikaze, Anti Air Rapid Open Fire Exercise (AAROFEX) terhadap sasaran Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Serbuan Amfibi, dan uji coba Unmanned Surface Vessel (USV) berjenis kamikaze kapal permukaan tanpa awak yang mampu menghancurkan target secara presisi.

Pangkoarmada RI menekankan pentingnya soliditas dan interoperabilitas tiga matra.

“Keberhasilan latihan bukan milik satu satuan, melainkan milik kita semua yang bergerak dalam satu komando, satu irama, dan satu semangat juang. Jaga selalu kebanggaan sebagai prajurit Jalasena Samudera yang siap menjaga kedaulatan dan menegakkan kehormatan bangsa,” tambahnya.

Usai apel, Pangkoarmada RI dan Pangkoarmada II secara resmi melepas keberangkatan KRI Prabu Siliwangi-321, unsur Satuan Kapal Eskorta Koarmada II, yang bertolak menuju Dabo Singkep sebagai gelombang awal dukungan Latopsfib.

Latihan TNI Terintegrasi 2026 ini melibatkan kekuatan penuh TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara, sekaligus menjadi bukti modernisasi alutsista nasional dalam menjawab tantangan pertempuran masa depan.

( Pen/2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *