KRI GNR 332 Sandar di Pangkalan Yokosuka Usai Sukses Latihan Maritim dengan Rusia, Perkuat Poros Keamanan Indo Pasifik

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

YOKOSUKA– Kapal perang Republik Indonesia, KRI GNR-332, resmi merapat di Dermaga Naval Base Yokosuka, Jepang, pada Sabtu (1/8/2026) pagi waktu setempat. Kedatangan ini menandai rampungnya seluruh rangkaian Latihan Bersama (Latma) ORRUDA 2026 bersama kapal perang Federasi Rusia.

Momen bersejarah ini disambut hangat oleh pejabat tinggi militer Jepang dan diplomat Indonesia, menegaskan peran strategis TNI Angkatan Laut dalam diplomasi pertahanan multilateral.

Penyambutan resmi dilakukan oleh Rear Admiral Yamaguchi Nobuhisa dari Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) dan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Tokyo, Laksamana Pertama TNI Hidayattu Rahman. Upacara kecil namun khidmat di geladak KRI GNR-332 itu menjadi simbol eratnya jalinan kerja sama trilateral antara Indonesia, Jepang, dan Rusia di bidang keamanan maritim.

Komandan Satuan Tugas Latma ORRUDA 2026, Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas, memimpin langsung sandarnya kapal dengan presisi tinggi. Ia didampingi Safety Officer, Letnan Kolonel Laut (P) Angga Radiansyah.

Kolonel Ahmad Makmur menyampaikan bahwa seluruh skenario latihan mulai dari interoperabilitas komunikasi, manuver taktis, anti-pembajakan, hingga operasi bantuan kemanusiaan telah dieksekusi dengan “hasil memuaskan dan tanpa kendala berarti.”

Latihan ORRUDA 2026 bukan sekadar ajang unjuk kemampuan tempur, melainkan wadah membangun kepercayaan (confidence-building measures) antara tiga angkatan laut. “Kami membuktikan bahwa perbedaan doktrin dan bahasa operasi dapat dijembatani dengan profesionalisme tinggi,” ujarnya.

Rangkaian Latma ORRUDA 2026 yang berlangsung di perairan Pasifik barat laut ini menjadi sorotan karena menggabungkan aset TNI AL, Angkatan Laut Rusia, dan dukungan pengamatan dari JMSDF.

KRI GNR-332, yang merupakan kapal perang modern berteknologi siluman (stealth), sukses menjalani serangkaian latihan penembakan meriam permukaan, peperangan elektronika, serta operasi pencarian dan penyelamatan bersama.

Kehadiran Rear Admiral Yamaguchi Nobuhisa dalam seremoni ini menegaskan komitmen Jepang memandang Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan. Dalam sambutannya, Laksda Yamaguchi menyatakan,

“Kunjungan KRI GNR-332 memperkaya dialog maritim kita. Jepang, Indonesia, dan Rusia memiliki kepentingan yang sama: memastikan Indo-Pasifik tetap menjadi laut bebas dan damai.”

Atase Pertahanan RI, Laksma TNI Hidayattu Rahman, menambahkan bahwa latihan ini adalah tonggak penting diplomasi TNI AL. “Setelah berlayar ribuan mil dari tanah air dan berlatih intensif, hari ini KRI GNR-332 membawa pulang pengalaman berharga dan ikatan baru.

Dengan sandarnya KRI GNR-332 di Yokosuka, rangkaian Latma ORRUDA 2026 resmi ditutup. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) menyampaikan bahwa keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi kerja sama strategis berikutnya.

“Hubungan persahabatan yang terjalin tidak hanya mempererat konektivitas antar-prajurit, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas keamanan maritim kawasan,” demikian pernyataan resmi Dispenal.

Kini, KRI GNR-332 akan menjalani masa persinggahan teknis dan diplomasi di Jepang sebelum melanjutkan pelayaran kembali ke Indonesia. Keberhasilannya menuntaskan misi di tengah dinamika geopolitik global menjadi bukti bahwa TNI AL semakin disegani di panggung maritim dunia.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *