Bukan Cuma Jaga Laut, TNI AL Tebar 60 Ton Benih Kedelai di Banyuwangi Demi Wujudkan Mimpi Swasembada Pangan

Benih kedelai
Benih kedelai

BANYUWANGIKedelai, Di tengah hiruk-pikuk tantangan ekonomi global dan ancaman krisis pangan, ada satu pemandangan yang menyejukkan hati dan membangkitkan optimisme.

Angkatan Laut bukan hanya berdiri gagah di atas geladak kapal perang menjaga kedaulatan laut, tetapi kali ini mereka turun langsung ke lumpur sawah, menggenggam benih harapan bersama para petani.

Komando Daerah TNI AL (Kodameral) V, pada Jumat (31/7/2026), menggelar aksi nyata yang menyentuh langsung urat nadi kehidupan rakyat, Tebar Benih Kedelai Bantuan Pemerintah. Sebuah langkah masif sebagai wujud dukungan penuh terhadap Program Swasembada Pangan Nasional.

Mengusung semangat “Asta Cita” Presiden RI, Prabowo Subianto, dan arahan tegas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, prajurit TNI AL membuktikan bahwa pertahanan negara tidak hanya soal senjata, tetapi juga soal terjaminnya isi piring setiap warga negara.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Kodameral V, Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., mewakili Komandan Kodameral V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., ini menjadi penanda kebangkitan komoditas kedelai lokal.

Sebanyak 60 ton benih unggul digelontorkan. Benih tersebut terdiri dari 44,25 ton varietas Grobogan dan 15,75 ton varietas Baluran yang terkenal adaptif dan berproduktivitas tinggi. Bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan nyawa bagi lahan seluas 1.200 hektare yang membentang di dua Kecamatan Purwoharjo: Lahan 700 hektare menerima 35 ton benih. Kecamatan Tegaldlimo: Lahan 500 hektare menerima 25 ton benih.

“Kami tidak hanya memberikan benih lalu pergi. TNI AL hadir dari proses tanam, pendampingan, hingga nanti panen. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami agar petani tidak berjuang sendirian,” ujar Brigjen TNI (Mar) Suwandi dengan nada penuh keteguhan, menyiratkan kedekatan emosional antara militer dan rakyat.

Yang membuat program ini begitu humanis dan menyentuh adalah pendekatannya. Tidak ada kesan militeristik yang kaku.

Program ini mencakup pendampingan teknis oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), monitoring ketat terhadap pertumbuhan tanaman, serta pengendalian hama terpadu.

Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Ipuk Fiestiandani, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Banyuwangi adalah lumbung pangan nasional.

“Kami sangat mengapresiasi TNI AL. Di saat banyak pihak sibuk dengan urusan masing-masing, prajurit kita malah turun ke sawah. Kolaborasi ini adalah kunci. Kami tidak ingin petani hanya jadi penonton di negeri sendiri, tapi menjadi tuan di tanahnya,” tegasnya.

Sebagai stimulus tambahan, diserahkan secara simbolis 10 unit traktor rotary roda dua. Alsintan ini diharapkan mampu memacu mekanisasi pertanian, mengurangi beban fisik petani, dan meningkatkan efisiensi tanam.

Lebih dari Sekadar Pangan: Sentuhan Kesehatan untuk Warga

Namun, kepedulian TNI AL tak berhenti di pematang sawah. Di Lapangan Bola Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, mereka mendirikan tenda-tenda Bakti Kesehatan dalam rangka HUT Kodameral V 2026.

Aura kehangatan begitu terasa. Sebanyak 48 tenaga kesehatan gabungan mulai dari personel Diskes Kodameral V, RSPAL dr. Ramelan, Lanal Banyuwangi, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten bahu-membahu melayani warga. Antusiasme publik membuncah. Total 246 warga mendapatkan layanan, 167 orang menerima pengobatan umum, 23 orang menjalani pemeriksaan gigi, 56 orang melakukan cek laboratorium sederhana (gula darah, kolesterol, dan asam urat).

Sambil menunggu antrean, warga juga dibekali edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Senyum merekah dari wajah para petani dan keluarganya, bukan hanya karena mendapat layanan gratis, tetapi karena mereka merasa diperhatikan sepenuh hati.

Aksi heroik nan humanis ini adalah gambaran nyata bahwa TNI AL telah bertransformasi menjadi tentara rakyat yang adaptif.

Di tengah isu strategis ketahanan nasional, prajurit matra laut ini menunjukkan bahwa menjaga Indonesia tidak selalu harus di tengah lautan lepas; menjaga Indonesia bisa dimulai dari memastikan sebutir benih kedelai tumbuh subur di tanah Banyuwangi.

Ketahanan pangan adalah pertahanan yang sesungguhnya. Dan hari ini, di Purwoharjo dan Tegaldlimo, TNI AL bersama petani sedang membangun benteng kedaulatan itu, selangkah demi selangkah, dengan semangat gotong royong yang menggetarkan jiwa.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *