Modernisasi Doktrin Latihan, Kas Koarmada I Bekali Instruktur MTT dengan Teknik Mengajar Praktis

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

JAKARTA – Guna menjamin kesiapan operasional kapal perang tercanggih TNI AL, Kepala Staf Komando Armada I (Kas Koarmada I) Laksamana Pertama TNI Dr. Arif Badrudin, M.Mgt.Stud., terjun langsung memberikan pembekalan intensif kepada para instruktur Mobile Training Team (MTT).

Kegiatan strategis yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (27-28/07/2026) di Ruang Harimau, Kolat Koarmada I ini bertujuan untuk menstandarisasi metode pengajaran bagi awak Kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Multi Role Light Frigate (MRLF).

Dalam sesi eksklusif tersebut, Kas Koarmada I menyampaikan materi bertajuk “Teknik Mengajar Praktik”. Materi ini tidak hanya menyoroti teori pedagogi konvensional, tetapi menitikberatkan pada efektivitas transfer pengetahuan teknis yang sistematis dan berorientasi pada pencapaian kompetensi spesifik peserta latihan.

Menariknya, sebagai Doktor lulusan Universitas Pertahanan RI (Unhan), Laksamana Arif Badrudin membawa perspektif segar ke dalam doktrin pelatihan militer.

Disertasinya yang berfokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menjadi landasan pemikiran dalam merancang modul ajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pertahanan mutakhir. Integrasi pendekatan AI dalam teknik mengajar ini diharapkan mampu mempercepat kurva pembelajaran personel dalam menguasai teknologi kompleks yang tertanam di KRI MRLF.

“Pengajaran praktik bukan sekadar demonstrasi alat, melainkan bagaimana kita membangun muscle memory dan insting tempur yang tajam pada awak kapal. Dengan pendekatan yang terstruktur dan pemanfaatan analisis berbasis AI, kita bisa memetakan kelemahan personel secara presisi dan memperbaikinya secara real-time,” ujar Kas Koarmada I di sela-sela pembekalan.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini diramaikan dengan sesi diskusi interaktif yang mendalam. Forum ini dimanfaatkan para instruktur untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan kurikulum, serta memecahkan berbagai kendala teknis yang kerap muncul dalam pelatihan MTT di lapangan.

Dengan standarisasi yang ketat ini, Koarmada I optimis para instruktur MTT memiliki kesamaan visi, metode, dan standar evaluasi. Langkah ini merupakan akselerasi strategis dalam membangun human capital yang unggul, memastikan profesionalisme prajurit Koarmada I dalam mengawaki dan mengoperasikan kapal perang modern kelas Frigate secara optimal di berbagai spektrum operasi.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *