MERAUKE – Komandan Komando Daerah Armada (Kodaeral) XI, Laksamana Muda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P., langsung memerintahkan pengerahan Tim Siaga Bencana menyusul laporan kebakaran yang melanda kawasan Jalan Noari, Merauke, Papua Selatan, pada Senin (27/07/2026).
Langkah reaksi cepat (quick response) ini menjadi bukti konkret kesiapsiagaan prajurit TNI Angkatan Laut dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, amukan si jago merah melahap hamparan lahan rumput yang cukup luas di wilayah tersebut. Situasi darurat ini berpotensi meluas dan mengancam area pemukiman serta lingkungan sekitar apabila tidak segera ditangani.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Komandan Kodaeral XI tanpa menunggu waktu lama menerjunkan satu unit armada mobil pemadam kebakaran beserta personel terlatih menuju titik lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, personel Tim Siaga Bencana Kodaeral XI tak gentar bahu-membahu bersama warga setempat melakukan upaya pemadaman. Kolaborasi solid antara prajurit matra laut dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengisolasi titik api agar tidak merambat lebih luas ke area vital.
Kesigapan ini merupakan wujud nyata doktrin TNI AL untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga penanggulangan krisis kemanusiaan.
Laksda TNI Joko Andriyanto menegaskan bahwa pengerahan aset dan personel ini merupakan bagian dari perintah langsung guna memastikan keselamatan warga.
“Kami tidak akan ragu mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat. Ini adalah panggilan tugas kemanusiaan yang harus direspons tanpa delay,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, kehadiran Kodaeral XI dalam misi kemanusiaan ini mengimplementasikan peran TNI AL sebagai garda terdepan dalam OMSP.
Doktrin ini menuntut profesionalisme dan responsivitas tinggi prajurit dalam setiap kondisi darurat. Aksi heroik di Jl. Noari ini menegaskan bahwa Kodaeral XI tidak hanya menjadi benteng kedaulatan laut di ujung timur Indonesia, tetapi juga pelindung utama yang memberikan rasa aman bagi masyarakat Papua Selatan.
(Gas/pen)














