BELITUNG — Mengemban amanah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, prajurit Jalasena kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia.
Tim gabungan TNI AL yang terdiri dari Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) berhasil menggagalkan aksi penyelundupan komoditas tambang ilegal berskala besar di kawasan Pelabuhan Pelindo Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, pada Minggu (26/07/2026).
Operasi penindakan ini bukanlah aksi dadakan, melainkan buah dari pendeteksian dini dan analisis intelijen maritim yang tajam.
Tim Satlap Tri Cakti Sektor Belitung mengendus adanya pergerakan mencurigakan dari armada truk yang terparkir di area pelabuhan. Melalui pengawasan ketat, terungkap bahwa armada tersebut diduga kuat hendak meloloskan hasil tambang bernilai miliaran rupiah melalui jalur laut.
Saat dilakukan penggeledahan dan penindakan, petugas menemukan barang bukti dalam jumlah yang signifikan. Rinciannya adalah 200 kampil bijih timah kering dengan estimasi berat per kampil sekitar 26 kg, sehingga totalnya mencapai ±5.200 kg atau 5,2 ton.
Tak hanya itu, tim gabungan juga mengamankan 34 buah balok timah cetakan industri rumahan dengan total bobot mencapai ±873 kg.
Dari pengungkapan besar ini, TNI AL berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp4.172.800.000,- (empat miliar seratus tujuh puluh dua juta delapan ratus ribu rupiah).
Estimasi nilai ekonomi tersebut dirinci dari nilai bijih timah sebesar Rp3.649.000.000,- dan balok timah ilegal senilai Rp523.800.000,- sesuai dengan harga pasar domestik yang berlaku.
Seluruh barang bukti beserta para tersangka kini telah diamankan di Gudang STP Badau PT Timah, Kabupaten Belitung.
Guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan memberikan efek jera, Satgas TNI AL terus menjalin koordinasi intensif dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung untuk penyidikan lebih lanjut.
Komitmen tanpa kompromi ini merupakan implementasi langsung dari arahan tegas Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Ia menekankan bahwa TNI AL tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi praktik ilegal yang mencuri kekayaan negara. Penindakan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di laut, memastikan setiap butir sumber daya alam vital Indonesia tidak bocor ke tangan penyelundup.
Keberhasilan ini mempertegas posisi TNI AL sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum di wilayah perairan, khususnya dalam membendung arus penyelundupan yang mengancam perekonomian nasional.
(Gas/pen)














