SURABAYA – TNI Angkatan Laut melalui Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) melaksanakan latihan terbang malam sebagai bagian dari program pembinaan kemampuan penerbangan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan profesionalisme prajurit udara dalam menghadapi berbagai tantangan penugasan, Rabu (22/7).
Latihan tersebut melibatkan jajaran Wing Udara 2, yakni Skuadron Udara 100, 200, 400, 600, dan 800, serta didukung unsur KRI Prabu Siliwangi‑321 dari Satkor Koarmada II.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi dan interoperabilitas antara unsur udara dan kapal perang dalam mendukung pelaksanaan operasi TNI Angkatan Laut.
Pelaksanaan latihan terbang malam memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena menuntut kemampuan navigasi, komunikasi, dan koordinasi yang presisi di tengah keterbatasan jarak pandang.
Latihan ini menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, alutsista, serta efektivitas prosedur operasi terpadu antara unsur udara dan laut.
Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie, Komandan Wing Udara 2, menegaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun prajurit udara yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi dinamika operasi modern.
“Kemampuan terbang malam adalah indikator utama kesiapan operasional satuan udara yang harus terus dipelihara melalui latihan terencana, berkesinambungan, dan berorientasi pada keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme, kesiapan operasional, dan interoperabilitas antarsatuan melalui latihan berkelanjutan.
Dengan pelaksanaan latihan ini, TNI Angkatan Laut menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keunggulan udara maritim Indonesia, sekaligus memperkuat semboyan “Jalesveva Jayamahe” Di Laut Kita Jaya.
(Gas/pen)














